DHL Sebut Laju Bisnis Tidak Terpengaruh Ramadan dan Lebaran
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ujang Zaelani)
Jakarta: DHL Express Indonesia mengklaim bisnisnya tak terpengaruh kondisi ramadan dan Lebaran. Pasalnya, DHL memiliki fokus bisnis pengiriman barang secara internasional sehingga periode ramadan-Lebaran tak banyak berdampak terhadap bisnis DHL.

"Kita lebih banyak bermain di internasional walau ada di domestik. Ramadan dampaknya mungkin lebih ke pemain domestik," kata Senior Technical Advisor untuk DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad, ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam, 7 Juni 2018.

Menurut dia dengan adanya libur panjang selama periode Lebaran justru pengiriman barang ke luar negeri akan berkurang. Sebab, selama ini pelanggan dari DHL mayoritas merupakan perusahaan besar yang bergerak di bidang mesin untuk pertambangan, mesin otomotif, hingga pakaian.

Dirinya menambahkan lebih dari 90 persen bisnis DHL adalah pengiriman barang dari dan ke luar negeri. Mohamad optimistis pertumbuhan bisnis untuk tahun ini bisa tumbuh positif hingga 15 persen, meskipun dirinya enggan menjabarkan lebih rinci mengenai kinerja bisnisnya.

"Bisnis kami separuh ekspor, separuh impor, jadi 50:50 lah. Sekarang pertumbuhan lebih di eskpor. Pertumbuhannya ekspor itu di atas 10 persen, kalau yang impor di bawah itu lah (pertumbuhannya)," kata dia.

Lebih lanjut, Mohamad menyebut, DHL berencana menggelontorkan dana hingga USD2 juta untuk investasi tahun ini. Rencananya perusahaan akan memperluas pusat distribusi, membuka cabang di beberapa kota, hingga meningkatkan kapasitas pesawat.

"Kami akan investasi banyak tahun ini. Di Soekarno-Hatta (pusat distribusi) lebih besar. Di cabang-cabang fasilitas jauh lebih besar, pesawat akan kami tingkatkan. Sekarang ini kami ada penerbangan di Balikpapan, Batam, Jakarta, dan Semarang serta kami pikirkan Surabaya juga," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id