Fintech Siap Salip Perbankan 10 Tahun Lagi
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Rizal).
Jakarta: Pertumbuhan perusahaan teknologi finansial (fintech) di Indonesia akan tumbuh melesat ‎dalam periode 10 tahun ke depan. Keadaan itu dapat dipastikan bisa mengubah pola hidup manusia dalam menggunakan layanan perbankan di dalam negeri.

Riset terbaru Morgan Stanley, proyeksi nilai pasar perusahaan fintech bisa mencapai USD150 miliar di 2027. Angka itu setara dengan pasar fintech pembayaran sebesar Rp1.000 triliun (Rp1 kuadriliun) dan fintech pinjam meminjam sebesar Rp1.200 triliun (Rp1,2 kuadriliun).

"Kuncinya adalah bagaimana penyesuaian yang dilakukan perbankan. Bila bank tidak segera beradaptasi dengan melakukan berbagai penyesuaian, pasar itu dengan mudah digarap fintech," ucap Executive Director & Head of Indonesia Research Morgan Stanley Mulya Chandra‎, di Gedung World Trade Centre (WTC) II‎, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Perkembangan fintech, dia mengaku, sangat maju pesat pada akhir-akhir ini. Hal itu sejalan dengan melonjaknya nilai transaksi fintech pembayaran ‎yang naik lima kali lipat. Sedangkan angka penyaluran kredit lewat fintech pinjam meminjam naik 10 kali lipat.

Industri fintech yang naik drastis, menurut dia, tidak membuat banyak industri perbankan untuk menyaingi layanan fintech. Sementara fintech terus mengembangkan layanan yang dimilikinya. Layanan tersebut juga tidak dimiliki oleh perbankan pada umumnya.‎

"Bank paling tidak perlu mengadopsi teknologi terbaru dan mengembangkan inovasi produk yang mampu menandingi fintech. Itu yang harus dilakukan," papar Mulya.

Majunya ‎industri fintech, maka bisa menyebabkan dana yang mengendap pada fintech pembayaran dalam negeri hingga Rp1.000 triliun dalam periode 10 tahun ke depan. Dana mengendap sebesar itu bakal menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak fintech pembayaran.

Pada saat ini, fintech pembayaran masih ‎mengandalkan fee based income dari setiap transaksi. "‎Kalau fintech payment mampu retain float money sebesar itu, artinya mereka dapat menghasilkan income lain di luar fee based commission. Beda dengan simpanan perbankan, sumber dana float money lebih efisien dikelola, karena tidak dikenakan bunga," ‎pungkas dia.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id