Kementan menggelar Gelar Pangan Nusantara 2018. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Kementan menggelar Gelar Pangan Nusantara 2018. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Kementan Dorong Aneka Ragam Pangan Bersaing Global

Ekonomi ketahanan pangan
Kautsar Widya Prabowo • 27 Juli 2018 13:03
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggelar Gelar Pangan Nusantara 2018, yang ditujukan menjadikan pangan lokal dapat bersaing secara global. Sehingga terlihat keanekaragaman pangan yang dapat mendorong ekspor di sektor pangan.
 
Sekretaris Jendral Kementan Syukur Iwantoro menilai kegiatan tersebut sangat penting dan strategis dalam rangka mempromosikan pemanfaatan dan pengembangan pangan nusantara, serta menggali peluang dan membangun kerja sama seluruh stakeholder terkait pengembangan pangan nusantara.
 
"Saya berharap acara GPN kali ini dapat membangkitkan kembali pangan nusantara sehingga mampu berdaya saing global serta peningkatan pengembangan jumlah kerjasama antara petani, dunia usaha, dan lembaga riset," ujarnya dalam sambutan pembukaan GPN 2018, di Gedung Balai Kartini, Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia melihat peranan kenanekaragaman pangan dapat terlihat dari sisi produksi, konsumsi, dan pengembangan bisnis. Dari sisi produksi dapat mendorong berbagai ragam produksi pangan dan menumbuhkan beragam usaha pengolahan pangan antara lain sagu, singkong, jagung, sorghum, dan talas menjadi produk intermediate seperti tepung sagu.
 
"Sisi konsumsi kita bisa memperbaiki peningkatan skor pola pangan harapan dari 86,0 pada 2016 menjadi 90,4 pada 2017," lanjutnya.
 
Sedangkan, dari sisi pengembangan bisnis diharapkan dapat memberikan insentif pada rantai bisnis pangan yang lebih beragam. Lebih lanjut, dengan mendorong keanekaragaman pangan nusantara dikancah global, secara tidak langsung dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk pangan nusantara dan terjadi perubahan mindset pola konsumsi masyarakat menuju ke arah konsumsi yang beragam.
 
"Saya optimistis, dengan kekuatan kita bersama melalui kerja sama lintas sektor dan antardaerah, harapan-harapan tersebut sebagai bagian dari upaya kita mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan yang kita cita-citakan," tuturnya.
 
Indonesia menjadi negara terkaya kedua di dunia dalam keanekaragaman hayati, di antaranya Indonesia memiliki 77 jenis pangan sumber karbohidrat, 75 jenis pangan sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, 228 jenis sayuran, serta 389 jenis buah-buahan.
 
"Ini merupakan potensi yang dapat diandalkan untuk pemenuhan dan keanekaragaman pangan yang bergizi seimbang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat dan produktif," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif