KSP Sebut Proyek Infrastruktur <i>On Track</i>
Ilustrasi. Foto: Antara/Fanny Octavianus.
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut safari peresmian proyek infrastruktur oleh Presiden Joko Widodo sepekan terakhir ini menunjukkan bahwa pembangunan nasional berjalan on track atau sesuai rencana. Selain fisik, hasil dari pembangunan tersebut nantinya akan menciptakan peradaban yang lebih baik bagi masyarakat. 

"Khususnya yang berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dalam mendapatkan pelayanan dasar," kata Kepala KSP Moeldoko melalui keterangan tertulis, Sabtu, 26 Mei 2018.

Ia memastikan pembangunan itu akan terkoneksi satu dengan lainnya sesuai waktu yang direncanakan. "Dengan adanya konektivitas yang terbangun, yang bisa menghubungkan dengan daerah-daerah terpencil yang terisolasi, maka peradaban manusia akan cepat berkembang," kata Moeldoko.

"Yang lebih penting lagi adalah membangun nasionalisme, membangun wawasan kebangsaan, dan keterikatan. Dengan begitu, kesenjangan yang selama ini terjadi diharapkan dapat segera teratasi, khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah perbatasan."

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat tidak berpersepsi bahwa pembangunan dilakukan setengah-setengah. "Orang melihat yang berfungsi saja, padahal nyambungnya tinggal menunggu waktu. Ini ada timeline-nya," kata mantan Panglima TNI itu.

Jika konektivitas secara fisik sudah terjalin, ia yakin akses masyarakat yang selama ini berada di wilayah 3T akan mudah terjangkau. Setidaknya, lanjut dia, kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, akan terlayani. Selain itu, keberadaan akses diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap tingkat perekonomian masyarakat.

Peneliti Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan efek pembangunan infrastruktur memang baru bisa dirasakan secara jangka panjang. 

“Dalam sepuluh tahun ke depan diharapkan infrastruktur jalan tol, jembatan, dan pelabuhan bisa menurunkan biaya logistik sehingga barang-barang bisa lebih murah," ujar Bhima.

Infrastruktur pendukung logistik

Lebih jauh ia berharap pemerintah memberikan porsi kepada pembangunan infrastruktur pendukung logistik karena akan dapat meningkatkan ekspor. “Harga komoditas sedang naik. Ini yang harus dioptimalkan,” katanya. 

Salah satu contoh pembangunan infrastruktur logistik yang perlu dikembangkan pemerintah adalah membuka akses langsung dari kawasan industri ke pelabuhan. Jika infrastruktur pendukung logistik tersebut dibangun, harapannya akan semakin banyak industri dan pendirian pabrik karena biaya logistik lebih murah.

Baca: BI: Ekonomi RI Bisa Stabil dengan Membenahi 4 Bidang

Pemerintah telah merampungkan pembangunan beberapa jalan tol Trans pulau. Tol Trans Jawa bakal beroperasi pada 2018 yang terhubung dari Tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Semarang-Solo. hingga Pasuruan-Probolinggo.

Kemudian, Tol Trans Sumatera seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang dioperasikan Presiden Jokowi awal 2018. Sedangkan sisa ruas tol Bakauheni lainnya ditargetkan beroperasi Juni 2018.

Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie mengakui pembangunan infrastruktur melesat dan berjalan masif di era kepemimpinan Jokowi. 

"Tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan tol, namun pemerintah juga membangun bandara di berbagai daerah. Termasuk membangun jalan Trans Papua untuk lebih memudahkan masyarakat," kata Abdullah.





(UWA)