<i>Start-up</i> Indonesia Semakin Berjaya di Dunia
Salah satu unicorn Indonesia. MI/Adam Dwi.
Bogor: Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekomimfo) Rudiantara mengatakan, perkembangan 'start-up' (perusahaan rintisan) Indonesia semakin pesat dan mulai menunjukkan tajinya di dunia, bahkan sejajar dengan Jerman dalam jumlah Unicorn.    

"Bukan hanya dalam Unicorn, dalam startup pun Indonesia menunjukkan tajinya," kata Menteri Rudi saat mengisi Kuliah Umum Nasionalisme Era Digital di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat dikutip dari Antara, Senin, 24 September 2018.     

Ia mengatakan, berdasarkan data dari  startup rangking hingga Maret 2018, Indonesia menempati urutan keempat dunia dalam hal jumlah startup. Amerika berada pada urutan pertama sekitar 28 ribu, India, 4.700, Inggris 3.000 dan Indonesia sekitar 1.720 startup.
    
Sementara itu, untuk unicorn, berdasarkan data internasional per 2017, dari 359 startup bergeral  unicorn di dunia, Tiongkok atau China berada di urutan pertama dengan jumlah 149 unicorn mengungguli Amerika Serikat yang hanya punya 146 unicorn, lalu Ingris, India dan Israel menyusul di belakangnya.      

"Indonesia sejajar dengan Jerman, kita memiliki empat unicorn. Di ASEAN ada tujuh unicorn, empat di antaranya di Indonesia, tiga lainnya di negara tetangga kita," katanya.      

Tapi, lanjutnya, dua unicorn negara tetangga, pasar utamanya adalah dari Indonesia sehingga sangat memungkinkan pada 2019 Indonesia menambah satu lagi unicorn.  

Menurut Rudi, memasuki ekonomi berbasis digital, Indonesia cukup beruntung telah memiliki beberapa perusahaan rintasan besar yang disebut 'unicorn'.
 
Capaian anak-anak muda Indonesia mampu menoreh legacy atau warisan dalam level internasional yang bukan hanya manis dikenang, tetapi menginspirasi anak bangsa lainnya.      

"Yang disebut unicorn yang kinerjanya membanggakan, menyumbang perekonomian bangsa secara signifikan," katanya.      

Rudi mengatakan, start-up yang dimaksud bukan asal 'start-up' yang dibangun hanya karena iseng oleh anak-anak muda. Tetapi harus serius mengembangkan sampai menjadi unicorn. Karena saat ini, negara-negara di dunia berlomba-loma menarik investasi langsung asing untuk para startup'.
    
"Indonesia termasuk paling beruntung menjadi incaran para investor 'start-up' kelas dunia. Hasilnya sudah bisa dilihat, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah unicorn berkembang pesat," katanya.      

Rudi berharap, anak-anak muda Indonesia yang pada 2030 akan menjadi bonus demografi mulai berpikir bagamana membuat startup tidak lagi berpikir menjadi CEO.  Karena CEO jenjang karir profesional yang biasanya berangkat dari pegawai.      

"Saya tidak ingin bangsa kita nanti, anak-anak muda kita nanti menjadi pegawai. Tapi bagaimana membuat pekerja. Jadi kita mendorong yang namanya 'start-up," kata Menteri Rudi.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id