Ilustrasi. Dok; AFP.
Ilustrasi. Dok; AFP.

Kontraktor Indonesia Berpeluang Garap Proyek di Irak dan Suriah

Ekonomi infrastruktur ekonomi indonesia
23 Desember 2018 19:11
Jakarta: Perusahaan konstruksi asal Indonesia berpeluang ikut serta dalam pembangunan kembali infrastruktur di Irak dan Suriah pascaperang, melalui Yordania sebagai pintu masuk.

Peluang tersebut disampaikan Wakil Ketua Kamar Dagang Amman (ACC) Nafez Alayyan kepada delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI pada 19 Desember 2018 dikutip dari Antara, Minggu, 23 Desember 2018.

Alayyan mengatakan rekonstruksi Irak dan Suriah akan dilaksanakan dalam waktu dekat seiring makin meredanya konflik dan meningkatnya stabilitas di kedua negara tetangga Yordania tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Oleh karena itu Alayyan menyarankan kontraktor Indonesia untuk menanamkan modalnya terlebih dulu dan bermitra dengan pengusaha di Yordania sehingga saat proyek rekonstruksi Irak dan Suriah dimulai, perusahaan Indonesia dapat langsung berpartisipasi secara aktif. Terkait peluang tersebut, Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto yang turut mendampingi delegasi BKSAP DPR RI membenarkan bahwa Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan konstruksi yang berpengalaman melaksanakan proyek-proyek konstruksi di beberapa negara dengan hasil yang memuaskan.

Di sektor perdagangan, Pemimpin Delegasi BKSAP DPR RI Juliari Batubara dari Fraksi PDI-P menyampaikan bahwa kedua negara perlu bersinergi lebih erat untuk meningkatkan nilai perdagangan yang relatif masih rendah, padahal potensinya besar, antara lain di industri otomotif dan pesawat terbang.

"Yordania dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di kawasan Timur Tengah, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat karena telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Yordania. Demikian pula dengan Indonesia yang dapat dijadikan pintu masuk bagi produk-produk Yordania di wilayah Asia Tenggara, yang berpenduduk 700 juta jiwa," kata dia.

Sementara itu, wakil ketua ACC meminta agar kedua negara saling mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, terutama dari Indonesia ke Yordania mengingat ekonomi negara tersebut sangat bergantung pada sektor pariwisata karena keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi