Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)
Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)

2019, United Tractors Prediksi Penjualan Bus Scania Turun

Ekonomi united tractors
Annisa ayu artanti • 17 April 2019 07:16
Jakarta: PT United Tractors Tbk (UNTR) memprediksi adanya penurunan drastis penjualan kendaraan bus dari Scania. Pasalnya, Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang biasa memesan bus Scania untuk keperluan bus TransJakarta mengurangi pemesanan bus di tahun ini.
 
Direktur United Tractors Imam Nurwahyu mengatakan Pemda DKI Jakarta saat ini tengah berkonsentrasi pada pengadaan bus dengan tipe sedang dan kecil. Sementara bus Transjakarta tidak masuk dalam jenis tipe bus tersebut.
 
"Penurunan drastis di Scania. Tahun lalu kami menjual bus Transjakarta. Kelihatannya Pemda DKI Jakarta berkonsentrasi bus sedang dan kecil. Sehingga pemda DKI enggak ada investasi," kata Imam, di Kantor United Tractors, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam menuturkan, tren penjualan bus Scania memang menurun. Pada 2017, penjualan bus tersebut sebanyak 208 unit. Lalu pada 2018 hanya sekitar 30 unit bus. "Untuk 2019 kita enggak tahu. Karena Pemda DKI belum ada cerita (pemesanan bus). Jadi kita belum bisa apa-apa," ujar dia.
 
Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K Loebis sebelumnya pernah menjelaskan, sejauh ini model bisnis antara United Tractors dengan PT TransJakarta adalah sebagai penyedia layanan Bus Rapid Transit (BRT) berbentuk penjualan bus. United Tractors akan melakukan pesanan bus sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan PT TransJakarta.
 
"Jadi kami akan suplai sesuai pesanan. Nah belum ada informasi lebih lanjut mengenai berapa dan produk apa saja yang akan dipesan Transjakarta," jelas Sara.
 
Seperti diketahui, bisnis United Tractors terus tumbuh. United Tractors tahun lalu melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp11,1 triliun. Peningkatan ini didukung oleh kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi dibandingkan dengan di 2017.
 
Di sisi lain, United Tractors membagikan dividen sebesar Rp4,45 triliun. Pembagian dividen ini meningkat 40,54 persen dari laba bersih Rp11,12 triliun periode 2018. Keputusan pembagian dividen dibacakan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kinerja keuangan 2018. Dengan kondisi itu, per saham yang dibagikan senilai Rp1.193 per lembar.
 
Adapun jumlah dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp365 atau total Rp1,36 triliun yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018. Sisanya Rp828 per saham atau dengan total Rp3,08 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 30 April 2019.
 
Pada 2018, United Tractors melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp11,1 triliun. Peningkatan laba terjadi karena peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2017.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif