Illustrasi. Dok: AFP.
Illustrasi. Dok: AFP.

Kerja Sama Garuda-Sriwijaya Air Berbuntut Penyelidikan KPPU

Ekonomi kppu
Ilham wibowo • 05 Februari 2019 05:21
Jakarta: Kerja sama operasional yang resmi dilakukan Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air Group dinilai menguatkan indikasi dugaan terjadi praktik kartel. Temuan kasus ini bahkan telah naik ke tahap penyelidikan.
 
Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Syahputra Saragih mengatakan dugaan praktik kartel dalam kasus ini sebelumnya telah dilakukan proses penelitian. Bukti permulaan dinilai terjadi terutama pada langkah rangkap jabatan jajaran direksi Garuda Grup terhadap Sriwijaya Air yang notabene buka entitas perusahaan anak.
 
"Rangkap jabatan Garuda ke Sriwijaya Air baru diputuskan, masuk di penyelidikan," kata Guntur di kantor pusat KPPU, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak Garuda sendiri telah dimintai keterangan untuk digali oleh investigator KPPU. Guntur meyakini bakal muncul temuan lainnnya untuk dilanjutkan pada proses tindakan sesuai undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha.
 
"Ada dugaan pelanggaran dalam penempatan direksi dan komisaris. Pemanggilan sudah dilakukan dari pihak Garuda," ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Investigator KPPU Frans Adiatma, mengatakan timnya menemukan fakta alasan menaikan status penyelidikan dalam kasus ini. Adanya rangkap jabatan ini pun diindikasikan bisa memunculkan kesepakatan harga baik tiket pesawat maupun kargo.
 
"Adakah korelasinya (praktik kartel), kami mencari dampak rangkap jabatan itu, pengaruh tidak ke pasar. Memang benar jajaran Garuda Indonesia ada di Sriwijaya Air termasuk level direksi," kata dia.
 
Sebelumnya, Sriwijaya Air menandatangani kerja sama dengan lima mitra usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada 15 Januari 2019. Dalam hal ground handling, service Sriwijaya Air akan dibantu PT Gapura Angkasa.
 
Lalu, dalam sisi pelayanan konsumsi penumpang serta penjualan souvenir selama penerbangan, Sriwijaya Air menunjuk PT Aerofood Indonesia atau lebih dikenal dengan Aero Catering Service (ACS) sebagai pengelolanya.
 
Kemudian, untuk pegelolaan seluruh transportasi pilot beserta awak kabin Sriwijaya Air menyerahkan kepada PT Aerotrans Service Indonesia. Sementara untuk distribution channel Sriwijaya Air dalam travel dan leisur, Sriwijaya Air menyerahkan kepada PT Aero Globe Indonesia atau dikenal dengan Aerotravel.
 
Terakhir, untuk penanganan kargo, Sriwijaya Air akan mempercayakan operasionalnya kepada PT Aerojasa Cargo atau Aero Express.
 
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Ari Askhara mengatakan, kerja sama ini ditujukan membantu kinerja Sriwijaya Air.
 
"Kerja sama operasi ini ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air Group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan termasuk membantu Sriwijaya Air dalam memenuhi komitmen-komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga yang di antaranya ada pada lingkungan Garuda Indonesia Group," kata Ari dalam keterangan tertulis.
 


 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif