Perencana Keuangan sekaligus Founder & Director ZAP Finance Prita H Gozie (kanan). (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)
Perencana Keuangan sekaligus Founder & Director ZAP Finance Prita H Gozie (kanan). (FOTO: Medcom.id/Nia Deviyana)

Tips Berinvestasi di Perusahaan P2P Lending

Ekonomi tips keuangan fintech
Nia Deviyana • 18 Januari 2019 19:40
Jakarta: Mempercayakan uang di perusahaan peer to peer lending menjadi salah satu cara berinvestasi dengan modal minim. Dalam hal ini, Anda berperan sebagai lender atau pemberi pinjaman.
 
Investasi ini tinggi risiko terutama bila angka kredit macet yang cukup tinggi. Namun, Perencana Keuangan sekaligus Founder & Director ZAP Finance Prita H Gozie mengatakan kondisi tersebut bisa dihindari dengan cara menggunakan asuransi jaminan kredit.
 
"Jadi selain membantu menganalisa apakah perusahaan tempat Anda berinvestasi itu bonafid atau tidak, asuransi juga akan mengganti jika terjadi gagal bayar atau rugi," jelas Prita dalam acara FinTax Fair di Menara Mandiri, Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, perlu diketahui bahwa asuransi juga tidak bisa mengganti seratus persen. "Biasanya, hanya 70 persen," kata dia.
 
Kendati tinggi risiko, berinvestasi di perusahaan peer to peer lending tergolong aman karena sudah ada regulasi dari regulator. Layanan pinjam meminjam digital diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia lewat peraturan BI Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Pemrosesan Transaksi Pembayaran, dan peraturan BI Nomor 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik.
 
Sedangkan aturan yang dirilis OJK, yakni Peraturan OJK Nomor 13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital (IKD) di Sektor Jasa Keuangan dan POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.
 
Sebagai investor, juga bisa melakukan diversifikasi terhadap investasi Anda. Di dalam praktiknya, pihak perusahaan akan mengirimkan profil calon peminjam yang membutuhkan dana. Anda pun memiliki kebebasan untuk memilih, mencermati, dan melakukan berbagai pertimbangan untuk menyetujui pemberian pinjaman terhadap nasabah.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif