Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Medcom/Eko Nordiansyah.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Medcom/Eko Nordiansyah.

Kurangi Impor, Menkeu Minta Pengusaha Tingkatkan TKDN

Ekonomi impor ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 13 Agustus 2018 15:09
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pengusaha perlu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk mengurangi impor bahan baku di tengah ketidakpastian global yang meningkat belakangan ini.
 
"Bagaimana mengalihkan barang yang biasa impor dengan menggunakan dalam negeri, itu mengenai TKDN yang selama ini sudah dilakukan namun belum optimal," kata dia ditemui Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018.
 
Dirinya menambahkan kewajiban pengunaan biodiesel sebesar 20 persen (B20) merupakan salah satu cara mengurangi impor minyak mentah. Apalagi minyak merupakan komponen impor yang cukup besar dan barang modal terutama di infrastruktur kelistikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PLN termasuk yang menggunakan banyak sekali barang modal dan sebetulnya mereka sudah memiliki policy TKDN, tapi penggunaan komponen dalam negeri selama ini masih belum dipenuhi. Oleh karena itu menjadi salah satu yang dilakukan dalam jangka pendek," jelas dia.
 
Menurut dia, pemerintah telah berulang kali mendorong subtitusi impor demi mengurangi tekanan global. Terlebih lagi Indonesia masih mengalami defisit neraca berjalan (CAD) serta defisit neraca perdagangan karena impor yang lebih besar dibandingkan ekspor.
 
Pada kuartal II-2018, CAD tercatat mencapai USD8 miliar atau tiga dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau lebih tinggi dibandingkan USD5,7 miliar atau 2,2 persen dari PDB di kuartal I-2018. Sementara neraca perdagangan defisit sebesar USD1,02 miliar hingga semester I tahun ini.
 
"Artinya kita bisa tetap mempertahankan dan menjaga momentum apabila yang disebut switching itu mempengaruhi expenditure kita dari yang tadinya barang impor menjadi barang dalam negeri bisa dilakukan cepat. Sementara itu kita tetap menjaga agar risiko tereskalasi karena faktor dari luar," pungkasnya.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif