Kementerian BUMN Usulkan Direksi Garuda Dirombak

Annisa ayu artanti 12 September 2018 10:22 WIB
garuda indonesiakementerian bumn
Kementerian BUMN Usulkan Direksi Garuda Dirombak
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Jakarta: Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikabarkan akan kembali dirombak. Pasalnya, salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan berlangsung hari ini adalah mengubah susunan pengurus perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI yang dikutip Medcom.id, Rabu, 12 September 2018, RUPSLB akan diadakan Manajemen Garuda Indonesia di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pukul 14.00 WIB.

Beberapa mata acara dalam RUPSLB tersebut adalah pergantian pengurus perseroan, laporan kinerja semester I-2018, dan laporan rencana transaksi obligasi global serta pendanaan pada 2018.

Ketika dikonfirmasi mengenai perombakan jajaran direksi yang akan mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury, Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan meminta untuk menunggu hasil dari RUPSLB.

"Siap, besok RUPS-nya ya," kata Ikhsan kepada Medcom.id, Selasa sore, 12 September 2018.

Dalam mata acara mengenai perombakan jajaran direksi dijelaskan usulan mata acara ini dilakukan karena adanya usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham seri A dwiwarna perseroan melalui surat Menteri BUMN Nomor: S-836/MBU/D5/08/2018 tanggal 13 Agustus 2018 yang meminta tambahan mata acara RUPSLB PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Namun hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Kementerian BUMN mengenai usulan tersebut dan pergantian direksi maskapai pelat merah tersebut. Medcom.id telah menghubungi Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, namun hingga berita ini diturunkan belum mendapat jawaban.

Dihubungi terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro mengatakan keputusan mengenai perombakan jajaran direksi itu akan dilakukan setelah RUPSLB selesai.

"Hari ini rencana RUPSLB Garuda, namun demikian untuk keputusannya harus menunggu hasil RUPSLB," kata Wianda.

Mengutip Antara, Pahala sempat menanggapi rumor yang beredar bahwa dirinya akan dicopot dari jajaran direksi Garuda Indonesia setelah ada kesepakatan dalam RUPSLB. Pahala mengaku siap menerima segala keputusan yang disepakati RUPSLB nanti dan siap ditugaskan di mana pun.

"Kalau namanya ditugaskan ya harus siap, misalnya diganti. Saya harapkan program yang sudah ada di Garuda ini bisa terus berjalan," kata Pahala.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id