Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo. Foto: dok MI/Ramdani.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo. Foto: dok MI/Ramdani.

Penanganan ASABRI Berbeda dengan Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya ASABRI
Media Indonesia • 14 Januari 2020 11:34
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan langkah penyelesaian kasus PT ASABRI (persero) akan berbeda dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
Kartika mengatakan ASABRI ialah perusahaan asuransi sosial sehingga penyelesaiannya tidak bisa bersifat business to business (B2B). "Beda, karena ASABRI itu asuransi sosial, bukan asuransi privat. Jadi tidak bisa dalam konteks B2B. Jadi agak sulit karena mereka asuransi sosial," ujarnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.
 
Di sisi lain, Kartika menuturkan pihaknya belum mengetahui strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan kasus ASABRI karena masih dalam proses pendalaman bersama Menko Polhukam Mahfud MD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baru mau kita teliti dulu kejadiannya seperti apa dan lost-nya seperti apa. Nanti kita lihat dengan Pak Menko Polhukam," katanya.
 
Ia mengatakan memang terdapat kerugian pada portofolio saham milik ASABRI. Namun, belum diketahui jumlah kerugiannya.
 
Kartika menyebutkan Menteri BUMN Erick Thohir akan bertemu dengan Menko Polhukan pada pekan ini untuk melakukan koordinasi mengenai masalah ASABRI.
 
Terkait koordinasi dengan pihak Kementerian Keuangan, ia mengatakan akan segera bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Operasional Normal

Manajemen ASABRI mengklaim kinerja perusahaannya saat ini berjalan normal.
 
"Kegiatan operasional ASABRI terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik. ASABRI dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya," kata Direktur Utama ASABRI Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja melalui keterangan resmi.
 
Diakuinya, terdapat beberapa penurunan nilai investasi ASABRI di pasar modal. Namun, hal itu sifatnya sementara dan manajemen memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut.
"Dalam melakukan penempatan investasi, ASABRI senantiasa mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi," tegasnya.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif