Illustrasi. Foto : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

OJK Ingatkan Masyarakat Waspadai Pinjaman Online Tak Terdaftar

Ekonomi fintech
Husen Miftahudin • 10 Oktober 2019 16:43
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap pinjaman online yang beroperasi secara ilegal. Pinjaman online ilegal merupakan perusahaan fintech peer to peer lending yang tak terdaftar dan tak berizin di OJK.
 
"OJK kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin di OJK dan mewaspadai pinjaman online ilegal," tegas keterangan tertulis yang dinukil Medcom.id, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
OJK baru saja menaikkan status enam perusahaan pinjaman online atau fintech peer to peer lending menjadi berizin. Keenam pinjaman online tersebut ialah Modalku, KTA Kilat, Kredit Pintar, Maucash, Finmas, dan KlikACC.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip siaran pers yang dinukil dalam laman resmi OJK, keenam pinjaman online tersebut sebelumnya berstatus sebagai penyelenggara fintech terdaftar. Saat ini, jumlah pinjaman online yang terdaftar di OJK berjumlah 127 perusahaan.
 
"Terdapat enam perusahaan yang sebelumnya terdaftar sekarang statusnya menjadi berizin pada 30 September 2019. Dengan demikian, total perusahaan fintech lending yang berizin di OJK berjumlah 13 perusahaan," tulis rilis tersebut.
 
Selain enam perusahaan pinjaman online yang mendapat izin dari OJK, terdapat tujuh fintech peer to peer lending yang sudah terlebih dulu mengantongi izin otoritas. Di antaranya Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, KIMO, Tokomodal, dan UangTeman.
 
Merujuk data OJK, akumulasi realisasi pinjaman yang telah disalurkan oleh fintech lending per Agustus 2019 sebesar Rp54,71 triliun. Nilai ini tumbuh 141,40 persen year to date (ytd) dari posisi akhir Desember 2018 sebesar Rp22,66 triliun.
 
Jumlah akumulasi rekening lender per Agustus 2019 sebanyak 530.385 entitas atau naik 155,60 persen (ytd). Sedangkan jumlah transaksi peminjam (borrower) sebanyak 12,83 juta entitas atau meningkat 194 persen (ytd).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif