Kemiskinan. Foto :  MI.
Kemiskinan. Foto : MI.

Wapres JK: Program SDGs untuk Hilangkan Kemiskinan Dunia

Ekonomi kemiskinan sdg
Desi Angriani • 08 Oktober 2019 15:19
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut program pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk mengentaskan kemiskinan di dunia. Pasalnya, kemiskinan masih menjadi problem di banyak negara.
 
"Goals SDGs yang paling penting pertama dan terakhir adalah menghilangkan kemiskinan di dunia ini," katanya dalam SDGs Annual Conference 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2019.
 
Menurut JK upaya menghilangkan kemiskinan harus dilakukan dari berbagai sisi seperti tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan hingga ekosistem lingkungan. Namun upaya tersebut hanya dapat terlaksana melalui kerja sama berbagai pihak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah maka kita hadir di sini bagaimana bisa mencapai tujuan itu dengan bekerja sama," ungkap dia.
 
Wapres menambahkan pengentasan kemiskinan tersebut dapat di mulai dari daerah pesisir pantai. Hal tersebut sesuai dengan pelaksanaan poin ke-14 dari tujuan pembangunan berkelanjutan yakni melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut.
 
Laut, kata JK, perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat dari 78 persen wilayah Indonesia merupakan lautan dan sisanya ialah daratan. Karena itu, menjaga kekayaan laut Indonesia penting mulai dari terumbu karang, ikan, mineral, hingga pantai.
 
"Karena tanpa peningkatan sumber daya masyarakat pesisir, Indonesia enggak bisa mendapatkan sumber alam yang baik, termasuk dalam hal meningkatkan pariwisata. Masyarakat pesisir seharusnya menjaga (lingkungan sekitar), sehingga jangan rusak terumbuh karang, jangan di bom," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia sudah menunjukkan perkembangan yang baik di antaranya pemerataan, kemiskinan yang turun hingga pertumbuhan ekonomi yang stabil.
 
Namun pemerintah masih memerlukan kerja keras di antaranya bidang kesehatan seperti stunting, kematian bayi dan ibu melahirkan, hingga penyakit tidak menular yang dinilai masih di luar harapan.
 
"Permasalahan menyangkut lingkungan khususnya laut, juga menjadi perhatian tidak hanya Indonesia tetapi juga masyarakat global," pungkasnya.
 
Konsep SDGs itu lahir pada kegiatan Koferensi mengenai Pembangunan Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh PBB di Rio de Jainero pada 2012. Tujuan yang ingin dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah memperoleh tujuan bersama yang universal yang mampu memelihara keseimbangan tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yakni lingkungan, sosial dan ekonomi.
 
Dalam menjaga keseimbangan tiga dimensi pembangunan tersebut, maka SDGs memiliki 5 pondasi utama yaitu manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang ingin mencapai tiga tujuan mulia di 2030 berupa mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan dan mengatasi perubahan iklim.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif