Ilustrasi - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Ilustrasi - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Pegadaian Sumbang Pemasukan Rp2,8 Triliun ke Negara

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 26 Juli 2019 17:13
Yogyakarta: PT Pegadaian (Persero) menjadi salah satu dari tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyumbang pemasukan terbesar ke negara. Pada akhir 2018, Pegadaian berkontribusi sebesar Rp2,82 triliun. Jumlah itu terdiri atas deviden sebesar Rp1,387 triliun dan pajak sebesar Rp1,441 triliun.
 
"Kami sudah menjadi raksasa BUMN, bahkan jumlah nasabah kami sudah yang menyumbangkan deviden terbesar untuk negara," ujar Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam acara National Media Gathering dan Workshop PT Pegadaian (Persero) di Pesonna Hotels, Yogyakarta, Jumat, 26 Juli 2019.
 
Sebagai perusahaan penyumbang deviden terbesar, perusahaan pelat merah ini terus meningkatkan kinerja keuangannya. Hingga Juni 2019, pertumbuhan laba bersih tercatat sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 12,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami optimistis target Rp3 triliun tahun ini bisa tercapai hingga akhir tahun," imbuh Kuswiyoto.
 
Sementara itu, total aset Pegadaian hingga Juni 2019 sebesar Rp56,1 triliun, atau lebih besar dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Untuk outstanding loan Pegadaian di pertengahan tahun ini, sudah mencapai Rp43,6 triliun yang tercatat hingga Juni 2019.
 
Kuswiyoto optimistis kinerja di akhir tahun 2019 akan tumbuh positif. Target outstanding loan di akhir tahun 2019 di targetkan mencapai Rp46,5 juta, total aset di targetkan mencapai Rp63 triliun, dan laba bersih di targetkan mencapai Rp3 triliun.
 
"Dalam mengelola bisnis Pegadaian dikelola secara sehat dan terukur," kata Kauswiyoto.
 
Hal ini, lanjut dia, terlihat pada 2018 yang mana Return of Assets (ROA) atau rasio keuangan perusahaan yang terkait dengan keuntungan tercatat di level 5,26 persen.
 
Adapun Return of Equity (ROE) perusahaan sebesar 13,80 persen dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 68,30 persen, menunjukkan Pegadaian mampu menjaga efisiensi dalam operasi bisnis.
 
"Kami ini ibarat gadis cantik, dengan berbagai pencapaian kinerja keuangan yang baik. Sehingga banyak yang mendorong Pegadaian untuk IPO," pungkas Kuswiyoto.
 

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif