Kepala BPS Suhariyanto. MI/ADAM DWI.
Kepala BPS Suhariyanto. MI/ADAM DWI.

Indeks Harga Grosir Naik 0,18%

Ekonomi bps
Ilham wibowo • 01 Juli 2019 16:44
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) atau grosir naik 0,18 persen pada Juni 2019 terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 0,85 persen.
 
"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2019 antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan ikan beku," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparan di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juli 2019.
 
Kenaikan juga terjadi di sektor industri sebesar 0,08 persen dan kelompok barang impor nonmigas sebesar 0,25 persen. Sementara sektor pertambangan dan penggalian turun 0,02 persen dan kelompok barang ekspor nonmigas turun 0,27 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan IHPB nonmigas di tahun kalender 2019 adalah sebesar 1,03 persen dan perubahan IHPB year-on-year sebesar 2,07 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2019 antara lain cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, dan ikan beku.
 
Pada Juni 2019, sektor pertanian merupakan penyumbang andil dominan pada perubahan IHPB, yaitu sebesar 0,16 persen. Sektor Industri menyumbang andil sebesar 0,04 persen, Kelompok Barang Impor Nonmigas 0,03 persen, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas negatif 0,05 persen. Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian tidak menyumbang andil yang signifikan.
 
Kemudian, IHPB bahan bangunan konstruksi yang terdiri dari lima kelompok jenis bangunan, pada Juni 2019 secara umum mengalami kenaikan sebesar 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2019, kelompok jenis bangunan yang mengalami kenaikan yaitu kelompok bangunan pekerjaan ymum untuk pertanian sebesar 0,04 persen, kelompok bangunan pekerjaan ymum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan 0,08 persen, dan kelompok bangunan dan Instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi 0,01 persen.
 
"Kelompok jenis bangunan yang mengalami penurunan adalah kelompok bangunan lainnya sebesar 0,03 persen. Kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal cenderung stabil," kata Suhariyanto.
 
Adapun kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2019 antara lain tanah uruk sebesar 0,36 persen, besi lainnya 0,22 persen, bahan bangunan siap pasang dari kayu 0,15 persen, pipa dan assesoriesnya 0,14 persen, dan alat konstruksi 0,14 persen.
 
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pantauan BPS, IHPB kelompok barang impor dan kelompok barang ekspor dalam perdagangan internasional Mei 2019, masing-masing naik sebesar 0,47 persen dan 0,11 persen dari bulan sebelumnya. Komoditas migas yang mengalami kenaikan harga selama Mei 2019 adalah minyak bumi impor. IHPB Umum naik 0,65 persen dari 166,82 pada April 2019 menjadi 167,90 pada Mei 2019.
 
Sektor Pertanian merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB, yaitu sebesar 0,38 persen. Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang andil sebesar negatif 0,01 persen, sektor industri 0,18 persen, kelompok Barang impor 0,08 persen, dan kelompok barang ekspor 0,02 persen.
 
"Dengan demikian inflasi pada tingkat perdagangan besar di tahun kalender 2019 mencapai 2,08 persen dan tingkat inflasi HPB year-on-year mencapai 2,28 persen," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif