Achsanul Qosasi lolos seleksi awal calon pemilihan anggota BPK. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Achsanul Qosasi lolos seleksi awal calon pemilihan anggota BPK. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Sejumlah Politikus Lolos Seleksi Awal BPK

Ekonomi bpk
11 Juli 2019 10:56
Jakarta: Delapan calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berlatar belakang politikus masuk daftar 32 nama yang lolos dalam seleksi awal pemilihan anggota BPK periode 2019-2024.
 
Kedelapan nama itu adalah Daniel Lumban Tobing (PDIP), Akhmad Muqowam (PPP), Tjatur Sapto Edy (PAN), Ahmadi Noor Supit, Ruslan Abdul Gani (Golkar), Pius Lustrilanang, Wilgo Zainar (Gerindra), dan Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat).
 
Adapun Anggota BPK yang kembali mencalonkan diri dan lolos seleksi awal di Komisi XI yakni Harry Azhar Azis dan Achsanul Qosasi juga berlatar belakang politikus. Harry Azhar dari Golkar dan Achsanul dari Demokrat. Sehingga sebenarnya ada 10 nama berlatar belakang politikus yang bersaing dengan 22 nama lainnya untuk mengisi lima posisi BPK yang lowong.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di deretan nama-nama lain yang juga lolos ialah mantan Direktur Utama BEI Tito Sulistio dan mantan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf.
 
Baca juga: Komisi XI Bakal Pilih 5 dari 32 Calon Anggota BPK
 
Selain itu ada Bambang Pamungkas, Riza Suarga, Eddy Suratman, Izhari Mawardi, Jimmy M Rifai Gani, Raja Sirait, Heru Muara Sidik, Muhammad Yusuf Ateh, Syafri Adnan Baharuddin, Fontian Munzil, Saiful Anwar Nasution, Dadang Suwarna, I Gede Kastawa, Hendra Susanto, Gunawan Adji, Suharmanta, Indra Utama, Heru Kreshna Reza, Chandra Wijaya, serta Sahala Benny Pasaribu.
 
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir sebelumnya mengatakan saat ini ke-32 nama calon anggota BPK telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk kemudian diteruskan kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setelah itu, Komisi XI menentukan nama yang akan di-fit and proper test.
 
Secara terpisah, Ketua Umum IAPI Tarkosunaryo menyayangkan tidak lolosnya beberapa calon yang menyandang gelar certified public accountant (CPA).
 
"Dengan tidak lolosnya para pemegang CPA pada tahap awal ini, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan ini, BPK akan kehilangan penga-kuan kompetensi dari organisasi profesi bidang auditing yang melekat pada diri pimpinan/anggota BPK," ujar Tarkosunaryo dalam keterangan tertulisnya.
 
Saat ini di BPK tersisa hanya satu pemegang gelar CPA yakni Moermahadi yang juga akan berakhir masa jabatannya. IAPI berharap agar para pemegang gelar CPA bisa masuk ke tahap berikutnya. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif