Dirjen PPTKLN Kemenaker Maruli Apul Hasoloan (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Dirjen PPTKLN Kemenaker Maruli Apul Hasoloan (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Pengelolaan PMI Diharapkan seperti Industri Sepak Bola

Ekonomi berita kemenaker
Anggi Tondi Martaon • 24 Mei 2019 23:36
Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan (PPTKLN Kemenaker) tengah memperbaiki tata kelola Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ini dilakukan agar semua pihak nyaman menggeluti sektor tersebut.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) PPTKLN Maruli Apul Hasoloan mengandaikan perbaikan tata kelola PMI seperti industri sepak bola. Seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, agen, manajemen klub hingga penonton, sama-sama bahagia dalam menjalankan fungsinya.
 
"PMI bahagia, pemerintahnya juga senang mengatur. Begitu juga P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) senang. Sama seperti sepak bola," kata Maruli, ditemui pada acara buka bersama dengan awak media dan civil society organization (CSO), di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu tak hanya menjadi mimpi semata. Berbagai langkah telah dilakukan untuk mewujudkannya, yakni berupa perbaikan sistem di dalam maupun luar negeri.
 
Untuk di luar negeri, berbagai langkah strategis telah dilakukan oleh Ditjen PPTKLN, yaitu membuat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) hingga technical agreement dengan negara penempatan PMI.
 
Salah satu kesepakatan yang dibuat yaitu istem Penempatan Satu Kanal (One Channel) atau SPSK PMI. Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dan Menteri Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Kerajaan Arab Saudi, Ahmed bin Suleiman bin Abdulaziz al Rajhi.
 
Kesepakatan itu sebagai upaya peningkatan mekanisme penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. Diharapkan, One Channel dapat meminimalisir kasus yang menimpa pekerja migran Indonesia di Arab Saudi seperti pelecehan, kekerasan, pelecehan seksual, gaji yang tidak dibayar, eksploitasi, ancaman hukuman mati.
 
Saat ini, One Channel baru diterapkan di Arab Saudi. "Sekarang sedang kita usahakan digunakan di semua negara (penempatan PMI)," katanya.
 
Perbaikan tata kelola juga dilakukan di dalam negeri. Salah satunya melalui program Desa Migran Produktif (Desmigratif). Program ini menekankan sosialisasi dan edukasi kepada calon PMI. Mulai dari informasi negara penempatan, pelatihan, hingga keluarga yang ditinggalkan.
 
"Nah, inilah yang nantinya dalam satu kesatuan yang akan membuat tata kelola penempatan dan perlindungan PMI lebih baik," ujar dia.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif