Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan skenario penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya. Foto Ilustrasi: dok MI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan skenario penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya. Foto Ilustrasi: dok MI

4 Skenario OJK Selamatkan Jiwasraya

Ekonomi ojk asuransi jiwa Jiwasraya
Desi Angriani • 10 Desember 2019 13:18
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan skenario penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya. Langkah terebut tidak mudah lantaran bailout Jiwasraya sebesar hampir Rp35 triliun.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan strategi pertama untuk menyehatkan keuangan perusahaan itu yakni melalui pengoperasian anak usaha, Jiwasraya Putera. OJK sudah memberikan konsesi agar mereka dapat mengkaver beberapa asuransi BUMN.
 
"Jiwasraya putra ini akan melakukan, menarik investor. Karena kan ini bisnisnya sudah ada, sehingga dengan hasil itu bisa untuk men-top up cashflow. Tolong nanti cek perkembangannya pengurus Jiwasraya bagaimana prosesnya. Itu step pertama," ujar Wimboh di Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Wimboh enggan menyebut nilai investasi yang ditargetkan Jiwasraya dalam menarik cashflow jangka pendek tersebut. Sementara, penyelamatan Jiwasraya dalam jangka panjang akan dilakukan melalui program penguatan asuransi pelat merah.
 
"Untuk jangka panjang yakni sudah lagi dibicarakan dengan pemerintah, pemilik, BUMN bagaiman skenario jangka menengah panjangnya sehingga cashflow jangka pendek teratasi dengan cara tadi," terang Wimboh.
 
Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio Risk Based Capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC adalah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi, dengan ketentuan OJK mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
 
Saat ini ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
 
Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan BUMN seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler dan PT Kereta Api Indonesia.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif