Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Semester I-2019

Pegadaian Cetak Laba Bersih Rp1,5 Triliun

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 27 Juli 2019 06:31
Yogyakarta: PT Pegadaian (Persero) mengantongi laba bersih sebesar Rp1,5 triliun sepanjang semester I-2019. Realisasi kinerja ini meningkat sebanyak 12,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,37 triliun.
 
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto optimistis bisa mencapai target laba bersih sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2019 atau naik Rp10,8 persen dari realisasi di akhir 2018 sebesar Rp2,8 triliun. "Kami yakin target Rp3 triliun tahun ini bisa tercapai hingga akhir tahun," ujar Kuswiyoto dalam media gathering & workshop di Pesonna Hotel, Yogyakarta, Jumat, 26 Juli 2019.
 
Optimisme tersebut, lanjut Kuswiyoto, didorong pencapaian penyaluran kredit pinjaman kepada masyarakat atau outstanding loan (OSL) perseroan sebesar Rp43,6 triliun hingga Juni 2019, atau meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp38,7 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total aset Pegadaian juga tercatat meningkat menjadi Rp56,1 triliun hingga Juni 2019. Pada Juni 2018 sebesar Rp50,7 triliun," imbuhnya.
 
Kinerja keuangan berasal dari berbagai lini bisnis lewat anak usaha, yakni PT Pegadaian Galeri Dua Empat yang bergerak di perdagangan emas, perhiasan, dan batu mulia. Kemudian PT Pesonna Optima Jasa yang bergerak di sektor bidang jasa ekspedisi, hingga penyewaan alat-alat kantor, dan PT Pesonna Indonesia Jaya yang bergerak di perhotelan dan travel agent.
 
Sedangkan untuk OSL, ditargetkan mampu mencapai Rp46,5 triliun, atau naik 15,2 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp40,8 triliun. Total aset ditargetkan bisa mencapai Rp63 triliun, atau naik 18,5 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp52,8 triliun.
 
Kuswiyoto menjelaskan untuk mendorong pengembangan bisnis ke depan di tengah era digitalisasi, maka perusahaan pelat merah itu akan melakukan transformasi perusahaan dalam lima hal. Pertama menumbuhkan bisnis gadai melalui diversifikasi fitur dan digitalisasi proses.
 
Kedua, mengembangkan bisnis baru yang potensial dengan dukungan big data analysis dan penguatan risk management. Ketiga, menggunakan sistem teknologi yang terbaru guna menunjang proses bisnis dan data analysis.
 
Keempat menjaring sumber daya manusia potensial, serta meningkatkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan perusahaan. "Terakhir mengubah mindset dan budaya kerja karyawan yang lebih mendorong pada peningkatan kinerja perusahaan," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif