Illustrasi. Shutterstock.
Illustrasi. Shutterstock.

Tingkat Hunian Hotel Klasifikasi Bintang Turun 10,37 Poin

Ekonomi hotel
Ilham wibowo • 01 Juli 2019 19:25
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2019 mencapai rata-rata 43,53 persen. Capaian tersebut turun 10,33 poin dibandingkan TPK Mei 2018 yang sebesar 53,86 persen.
 
"Demikian pula jika dibanding dengan TPK April 2019 yang tercatat 53,90 persen, TPK Mei 2019 mengalami penurunan sebesar 10,37 poin," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juli 2019.
 
TPK tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 54,32 persen, diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebesar 53,24 persen, dan Provinsi Kalimantan Tengah yaitu sebesar 52,24 persen. Sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebesar 22,98 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan TPK hotel klasifikasi bintang pada Mei 2019 dibanding Mei 2018 tercatat di hampir seluruh provinsi dengan penurunan tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 20,72 poin, diikuti Provinsi Sulawesi Tenggara 18,09 poin, dan Provinsi Bali 15,99 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Riau, yaitu sebesar 1,99 poin.
 
Sementara itu, terjadi kenaikan TPK hotel klasifikasi bintang juga terjadi di tiga provinsi, yaitu Provinsi Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Lampung masing-masing sebesar 7,43 poin, 3,10 poin, dan 0,22 poin.
 
Jika dibanding dengan TPK April 2019, penurunan terjadi di seluruh provinsi dengan penurunan tertinggi tercatat di Provinsi DI Yogyakarta, yaitu sebesar 28,06 poin, diikuti Provinsi Sumatera Barat 21,65 poin, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 16,77 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 1,34 poin.
 
Suhariyanto memaparkan rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,93 hari selama Mei 2019, terjadi kenaikan sebesar 0,09 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Mei 2018. Begitu pula, jika dibandingkan dengan April 2019, rata-rata lama menginap pada Mei 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,10 poin.
 
"Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Mei 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,85 hari dan 1,76 hari," ucapnya.
 
Jika dirinci menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Mei 2019 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 2,90 hari, diikuti Provinsi Nusa Tenggara Barat 2,42 hari, dan Provinsi Banten sebesar 2,30 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,18 hari.
 
Adapun untuk tamu asing, rata-rata lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 4,52 hari, sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu 1,00 hari. Kemudian rata-rata lama menginap terlama untuk tamu Indonesia tercatat di Provinsi Banten sebesar 2,52 hari, sedangkan terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,19 hari.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif