Kaesang Pangarep. Foto: Medcom.id.
Kaesang Pangarep. Foto: Medcom.id.

Kaesang Dorong UMKM Naik Kelas

Ekonomi kaesang pangarep umkm
Ade Hapsari Lestarini • 02 Desember 2019 06:36
Jakarta: Pengusaha sekaligus putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, terus menjaring Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas.
 
"UMKM jumlahnya sekitar 10 ribu kali lebih banyak daripada usaha besar. Jika potensi ini tergali dengan baik akan menjadi muara produk dan jasa bernilai tambah, memunculkan banyak lapangan kerja baru, serta perolehan nilai ekonomi yang besar, bahkan juga devisa," ujar Kaesang, dalam keterangan resminya, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Sejalan dengan misinya, Kaesang pun memperkenalkan PT. Harapan Bangsa Kita (Hebat), sebuah akselarator yang berfokus pada UMKM.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hebat yang dibesut Kaesang turut menggandeng akselerator GK–Plug n Play diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi UMKM hingga mereka mapan secara permodalan. Hebat hadir di dunia maya, dari sebelumnya masih offline bertransformasi menjadi online, sekaligus semakin inovatif dan punya daya saing.
 
"Saat ini banyak hadir akselarator menjaring bisnis rintisan dengan kapital yang sudah cukup mapan dan paham memanfaatkan teknologi informasi. Sedikit berbeda, kami bantu naik kelas adalah UMKM," ungkapnya.
 
Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta yang menyerap hampir 99 persen tenaga kerja di Indonesia, dan berkontribusi hingga lebih dari 60 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.
 
"Untuk mendorong perekonomian nasional, mereka mesti segera naik kelas. Hebat coba membantu, ibarat kelas akselarasi," tambah Kaesang.
 
Saat ini Hebat membawahi beberapa bisnis kuliner di antaranya Sang Pisang yang beberapa waktu lalu meraih award, Ternakopi, Markobar, Yang Ayam, dan Enigma. Diharapkan, dengan adanya akselarator UMKM, Hebat mampu mendongkrak kualitas UKM kecil menjadi sukses di kemudian hari.
 
Kaesang mengatakan manfaat pelaku UMKM bergabung dalam Hebat di antaranya adalah mendapatkan bantuan modal. Kemudian pelaku UMKM diberi keahlian yang lebih agar memiliki kompetensi dalam mem-branding produknya, mengemas produknya, cara memasarkan produknya, menerima pengetahuan mengelola keuangan dengan harapan setelah pelaku UMKM selama tiga bulan mengikuti pelatihan memiliki keahlian mengelola keuangan bisnisnya sehingga para investor melirik usahanya.
 
Selanjutnya, tambah dia, pelaku UMKM lebih dalam juga mempelajari berdagang melalui saluran e-commerce karena saat ini masih sedikit UMKM yang serius berdagang di e-commerce.
 
Pemilik bisnis Sang Pisang ini menambahkan kolaborasinya dengan partner GK-Plug n Play di Hebat agar produk-produk UMKM dapat mudah dibeli masyarakat dengan cara online dan juga menaikkan pamor merek lokal.
 
"Bisnis Sang Pisang di bawah bimbingan Hebat ini sudah memiliki satu cabang di Malaysia serta banyak menyerap tenaga kerja," pungkas dia.
 
Sang Pisang berdiri sejak 2017. Hingga penghujung 2019 ini telah hadir di 32 kota dengan jumlah 84 outlet diseluruh Indonesia. Sedangkan Ternakopi yang baru memasuki bulan ke-8 pun tak kalah agresif, yakni 30 gerai se-Jabodetabek. Pada 29 November 2019, Ternakopi akan luncurkan produk seri-3 yang siap didistribusikan diseluruh Indonesia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif