Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

OJK Minta Industri Asuransi Responsif terhadap Perkembangan Digital

Ekonomi ojk asuransi
Eko Nordiansyah • 24 April 2018 23:32
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri asuransi untuk responsif terhadap perkembangan digital seperti sekarang ini. Terlebih lagi semua industri keuangan dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat.
 
Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perlu inovasi untuk bisa bertahan dari persaingan usaha di industri jasa keuangan. Apalagi marak bermunculan lembaga keuangan berbasis teknologi atau dikenal dengan financial technology (fintech).
 
"Kalau hanya diam maka akan sulit berkembang sehingga kami berharap dengan tantangan yang besar, didukung teknologi dan jaringan, ini menjadi peluang bagi industri asuransi," kata dia dalam peluncuran logo baru Askrindo di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa malam, 24 April 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, perusahaan asuransi seperti Askrindo juga bisa bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan lain seperti perbankan atau pasar modal. Selain itu, perusahaan asuransi juga diminta untuk memperluas pasar di dalam negeri melihat jumlah penduduk Indonesia yang besar.
 
"Asuransi harus bisa intergasi, jadi enggak bisa bisnis sendirian harus terintegrasi dengan perbankan lembaga keuangan mikro, asuransi lain. Juga harus inklusif, bukan hanya business ussual, enggak hanya di kota besar tetapi juga ke daerah," jelas dia.
 
Lebih lanjut, Wimboh berharap perusahaan asuransi memperkuat infrastruktur dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan perkembangan teknologi yang kian canggih, maka layanan yang diberikan oleh perusahaan asuransi harus bisa diakses oleh seluruh masyarakat.
 
"Sehingga ini adalah tantangan utama, jadi asuransi enggak harus lagi duduk tunggu nasabah datang. Bisa sinergi dengan bank tapi juga masih ada banyak 'kue' yang belum digarap. Harapannya akses masyarakat lebihi luas sehingga inklusi tadi bisa tercapai," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif