Perang Dagang, Kesempatan RI Perbaiki Industri Manufaktur

Eko Nordiansyah 10 Juli 2018 18:08 WIB
industri manufakturPerang dagang
Perang Dagang, Kesempatan RI Perbaiki Industri Manufaktur
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pemerintah telah mengidentifikasi dampak kebijakan perang dagang Amerika Serikat (AS). Bahkan sisi baik dari adanya perang dagang adalah Indonesia bisa memperbaiki industri manufaktur dalam negeri.

Perang dagang yang dijalankan Presiden AS Donald Trump tak hanya menyasar Tiongkok, Kanada, atau Eropa saja. Terbaru, Indonesia bisa saja terkena penghapusan bebas bea masuk setelah evaluasi terhadap produk-produk yang menerima Generalized System of Preferences (GSP).

"Sebetulnya ini adalah kesempatan yang baik untuk Indonesia makin menata yang disebut industri manufaktur yang dibutuhkan perekonomian Indonesia," kata dia ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Dirinya menambahkan, pada saat ekonomi Indonesia tumbuh makin tinggi dan kelas menengahnya makin banyak, maka permintaan dalam negeri akan meningkat. Hal ini yang harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri agar pasar Indonesia tak dibanjiri produk impor dari negara lain.

"Pasar domestik kita meningkat, itu juga harus diseimbangkan dari sisi struktur industri kita. Di sisi lain juga kita harus memacu ekspor karena neraca perdagangan kita juga perlu untuk diseimbangkan," jelas dia.

Untuk itu, pemerintah melalui kementerian teknisnya diminta segera mengidentifikasi dampak perang dagang oleh pemerintah AS. Kemudian pemerintah akan membuat kebijakan yang bisa memperbaiki prodiktivitas dan competitiveness industri dalam negeri.

"Tergantung dari industrinya, disampaikan dari mulai industri makan minum, industri tekstil, industri karet, elektronik, kimia itu semuanya memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda. Misalnya insentif agar mereka bisa melakukan ekspor," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id