pertanian

Petani dan Peternak Sapi pun Butuh Asuransi Pertanian

Media Indonesia 28 November 2018 00:15 WIB
pertanian
Petani dan Peternak Sapi pun Butuh Asuransi Pertanian
Ilustrasi. MI/Ramdani
Jakarta: Asuransi sektor pertanian dan peternakan sangat penting mengingat pertanggungan risiko oleh asuransi sangat bermanfaat bagi petani padi dan peternak sapi. Karena asuransi ini mampu menanggung risiko dari sisi ekonomi dan psikologis.

Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan wujud kehadiran pemerintah dalam menanggulangi permasalahan dan beban petani, pemerintah melaksanakan program Asuransi Pertanian, yang diamanatkan dalam UU No. 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dimana pemerintah melindungi petani dari risiko gagal panen. 

Untuk mendukung implementasi asuransi pertanian, pemerintah juga menerbitkan peraturan Menteri Pertanian No 40 tahun 2015 tentang Fasilitasi Asuransi Pertanian. Selain itu, tertuang juag di Keputusan Menteri Pertanian RI No 19/Kpts/SR.210/B/12/2017 tentang Pedoman Bantuan Premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Keputusan Menteri Pertanian No 18/Kpts/PK.240/B/12/2017 tentang Pedoman Bantuan Premi Asuransi Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K).  

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana mengatakan, program ini untuk memitigasi risiko nilai ekonomi usaha tani akibat dampak perubahan iklim. 

"Usaha pertanian merupakan usaha yang memiliki risiko yang sangat tinggi, salah satunya disebabkan oleh faktor iklim. Dampak perubahan iklim telah mengakibatkan banyak petani mengalami gagal panen, baik karena kebanjiran, kekeringan maupun serangan hama dan penyakit tanaman," ujar Pending Dadih dalam keterangan resminya, Selasa 27 November 2018.

Menurut Pending, kegagalan panen akan menimbulkan kerugian bagi petani. Khususnya terhadap modal yang telah diinvestasikan dalam budidaya.  Keterbatasan kemampuan sebagian besar petani dalam penyediaan modal mengharuskan petani untuk mencari sumber permodalan lain agar dapat melanjutkan usaha selanjutnya. 

"Akibatnya, petani  akan menanggung beban “utang” yang tergolong besar dan cenderung menyulitkan petani dalam membayar kembali modal yang telah dipinjam. Dengan mekanisme yang diatur dalam asuransi pertanian, petani akan mendapatkan penggantian modal sesuai klaim luasan areal yang mengalami gagal panen. Sehingga terdapat jaminan keberlangsungan usaha tani selanjutnya," jelas Pending.

Sambung Pending, adanya Asuransi Pertanian ini diharapkan mampu menciptakan kondisi berusaha tani yang lebih tenang. Sehingga petani akan merasa lebih yakin dan tetap memiliki kemampuan untuk melanjutkan usahanya walaupun sebelumnya mengalami kegagalan. 

"Dengan adanya asuransi pertanian, kredibilitas petani di mata perbankan menjadi lebih baik sehingga membuka peluang dan kemudahan untuk memperoleh kredit usaha tani," tambahnya.

Saat ini, perlindungan petani melalui Asuransi Pertanian baru diterapkan untuk tanaman pangan padi (AUTP) dan ternak sapi/kerbau betina yang berorientasi peningkatan populasi (Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau-AUTS/K). Pelaksanaannya sudah mencakup hampir di seluruh wilayah Indonesia, terutama wilayah sentra produksi padi dan ternak. 

Pelaksanaan Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) saat ini telah memasuki tahun keempat. Program ini telah mampu menarik minat banyak petani. Luas sawah petani yang sudah diasuransikan dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang tergolong besar. 

"Tahun 2015-2016 baru mencapai 660 ribu hektare. Namun pada tahun 2017 terealisasi sebanyak 997.960 Ha dari target 1 juta hektare yang dijalankan di 16 provinsi dan 17 kabupaten," sebutnya.

Sedangkan Asuransi Usaha Ternak Sapi AUTS), yang dimulai sejak bulan Nopember 2016, hingga 2018, jumlah ternak yang diasuransikan telah mencapai 91.831 ekor indukan sapi. Targetnya 120.000 ekor sapi yang sudah terdaftar sebagai peserta asuransi. 

Asuransi Pertanian memang masih memerlukan perbaikan di sana-sini agar bisa berfungsi optimal dan bermanfaat maksimal bagi petani. Untuk itu, masukan konstruktif dari manapun akan diterima sebagai upaya untuk memperbaiki dan terus meningkatkan kualitas program tersebut.



(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id