India Investasi Pabrik CPO Rp5 Triliun di Bengkulu

Dian Ihsan Siregar 25 November 2018 15:19 WIB
cpo
India Investasi Pabrik CPO Rp5 Triliun di Bengkulu
Illustrasi. MI/GINO F HADI.
Jakarta: Kepala Badan Penghubung Bengkulu Ferry Ernes ‎Farera ‎menyatakan ada investor yang datang dari India menanamkan investasinya sebesar Rp3 triliun hingga Rp5 triliun di Bengkulu. Model investasi yang dilakukan India dengan cara membangun pabrik pengolahan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

"Selama ini CPO dibawa keluar. Kita ingin langsung produksi CPO di Bengkulu. Jadi dengan adanya investasi dari India, maka produk CPO bisa diolah langsung di Bengkulu, tanpa mengeluarkan produk minyak itu ke daerah lain," ucap Ferry ditemui ‎dalam acara car free day (CFD) di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 25 November 2018.

Menurut Ferry penandatanganan kerja sama ‎dengan investor India telah dilakukan beberapa bulan lalu. Namun, peletakan batu pertama membangun pabrik CPO baru dilakukan pada Kamis 15 November 2018. Investasi yang dilakukan, bilang dia, merupakan investasi jangka panjang.

"Jadi akan panjang investasi yang dilakukan India. Ini sangat menarik untuk dilakukan," sebut dia.

Dana investasi yang masuk bakal membuka tenaga kerja yang cukup besar sehingga, banyak masyarakat Bengkulu yang dapat bekerja di pabrik tersebut.

"Dampaknya juga akan meningkatkan nilai, dari bahan mentah yang ada saat ini, maka akan‎ menjadi bahan yang lebih jadi. Ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin, agar Bengkulu semakin berkembang," pungkas Ferry.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id