Dirjen PEN Kemendag Arlinda (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Dirjen PEN Kemendag Arlinda (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Kemendag Berburu Desainer Berorientasi Ekspor

Ekonomi kementerian perdagangan ekspor-impor
Ilham wibowo • 24 Januari 2019 13:10
Jakarta: Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan mendorong kinerja ekspor melalui program peningkatan daya saing produk berbasis desain. Ajang Good Design Indonesia (GDI) pun kembali digelar untuk ketiga kalinya sejak 2017.
 
"GDI merupakan sebuah pengakuan yang diberikan kepada desainer atau pelaku usaha berorientasi ekspor, atas keberhasilannya menciptakan desain produk yang tidak hanya bernilai seni tinggi, tetapi juga harus memiliki sisi komersial untuk bisa masuk ke pasar ekspor," ujar Dirjen PEN Arlinda, di Auditorium Kemendag, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Pada penyelenggaraan kali ini, GDI 2019 kembali bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP) yang juga merupakan pihak penyelenggara G-Mark di Jepang sejak 1956. Kegiatan tahunan ini diikuti lebih dari 4.000 peserta dari sejumlah negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan India.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arlinda menuturkan penganugerahan GDI ini diharapkan berhasil membangun reputasi Indonesia di kancah global sebagai salah satu barometer perkembangan desain di dunia.
 
"Melalui prestasi di ajang GDI ini, kami ingin para pemenang dapat naik kelas dan mendapat pengakuan internasional," ungkapnya.
 
Penyelenggaraan tahun ini terdapat perubahan dari sisi kategorisasi produk. Pendaftaran produk akan diperbanyak dengan 16 kategori dan masa pengumpulan mulai 24 Januari-24 Maret 2019.
 
Penambahan kategori ini sebagai bentuk dukungan terhadap produk-produk Indonesia agar bisa diterima pasar mancanegara khususnya Jepang, sesuai dengan kategori yang berlaku pada ajang G-Mark.
 
"Yang membedakan GDI dengan ajang desain lain di Indonesia adalah fokus penjurian yang menekankan tidak hanya dari desain, tetapi juga segi komersial suatu produk yang memiliki peluang di pasar ekspor. Dengan kata lain, GDI ini ditujukan kepada produk-produk yang berorientasi ekspor," tambah Arlinda.
 
Adapun tim juri akan terdiri dari para desainer, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat yang diharapkan dapat turut membuka peluang pasar bagi desain yang meraih penghargaan GDI. Produk pemenang GDI yang difasilitasi oleh Ditjen PEN, secara otomatis dinyatakan lolos seleksi G-Mark tahap pertama dan langsung mengikuti seleksi tahap kedua di Tokyo, Jepang.
 
GDI terbuka bagi pelaku usaha dan desainer yang memiliki kewarganegaraan Indonesia (WNI), serta memenuhi salah satu dari syarat utama, yaitu dibuat di Indonesia dan/atau dijual di Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui situs iddc.kemendag.go.id/gdi/ yang dibuka secara resmi pada saat acara peluncuran GDI 2019.
 
"Dengan semakin bervariasinya kategori produk yang dibuka, kami menargetkan semakin banyak desainer dan pelaku usaha yang mendaftarkan diri pada GDI2019, dan meraih penghargaan bergengsi untuk produk-produk yang memang sesuai orientasi pasar saat ini," pungkasnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif