Ilustrasi The Fed. (FOTO: AFP)
Ilustrasi The Fed. (FOTO: AFP)

The Fed Diprediksi hanya 2 Kali Naikkan Suku Bunga

Ekonomi the fed ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 17 Januari 2019 14:05
Jakarta: Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, diperkirakan akan dua kali menaikkan suku bunga acuan. Sebelumnya Fed Fund Rate diprediksi akan mengalami kenaikan hingga tiga kali setelah pada tahun sebelumnya naik empat kali.
 
CEO PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjandra Tjoajadi mengatakan ekonomi AS tahun ini akan mengalami perlambatan sampai dengan 2020. Kondisi tersebut akan memaksa The Fed mengurangi kebijakan pengetatan suku bunga.
 
"Kalau begitu kebijakan suku bunga ketat juga akan slowdown. Yang tadinya tiga kali lagi, The Fed mengatakan kita akan perhatikan, dan orang prediksi maksimal dua kali," kata dia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, kebijakan fiskal Donald Trump akan berdampak minim tidak seperti tahun lalu. Oleh karena itu, aliran dana yang selama ini masuk ke AS diprediksi akan kembali ke negara lain, termasuk ke Indonesia.
 
"Di 2019 kalau dilihat (pemangkasan) pajak itu enggak akan full impact lagi. Harga minyak juga turun, dan ada pembicaraan antara AS-Tiongkok, ekonomi AS 2019-2020 turun, kalau begitu kebijakan suku bunga ketat juga akan slowdown," jelas dia.
 
Lebih lanjut, dirinya menyebut, kondisi di AS akan membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia. Michael menjelaskan dolar AS akan mulai melemah, sehingga menyebabkan investor beralih menempatkan dananya ke negara lain.
 
"Orang-orang akan kembali ke negara lain termasuk Indonesia. Rupiah kita menguat. Investor asing mulai masuk ke IHSG, government bond, ada hal positif untuk investasi Indonesia. Nanti akan dilihat mana yang duluan (tumbuh cepat) equity atau bond," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi