Mahasiswa Bandung Diajak Tingkatkan Inklusi Keuangan Nasional

19 November 2018 15:00 WIB
fintech
Mahasiswa Bandung Diajak Tingkatkan Inklusi Keuangan Nasional
Suasan kegiatan Dream Action Sholarship & Job Fair yang diadakan di Universitas Jendral Ahmad Yani Chimahi, Bandung.
Bandung: Mahasiswa di Bandung diharapkan dapat membantu menyukseskan misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan Inklusi Keuangan Nasional. Sebab, pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia masih tergolong lambat.
 
Hal itu diiungkapkan COO TunaiKita Andry Huzain dalam kegiatan Dream Action Sholarship and Job Fair yang diadakan di Universitas Jendral Ahmad Yani Chimahi, Bandung, pada 17 November 2018.
 
Andry mengatakan, saat ini industri Financial Technology (Fintech) menjadi salah satu solusi pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan nasional. Keberadaan Fintech yang menyasar segmen ritel diyakini akan memperluas jangkauan masyarakat terhadap akses keuangan.
 
Menurut Andry, meski industri fintech berkembang pesat di Indonesia, namun masih banyak warga yang belum memahami keuntungan yang ditawarkan fintech.
 
“Generasi milenial khususnya mahasiswa sangat terbuka dan adaptif terhadap perubahan teknologi dan informasi. Generasi muda harus mengembangkan ekonomi digital di Indonesia serta paham mengenai perkembangan dunia fintech di Indonesia. Ini penting untuk menghasilkan SDM potensial dan melek teknologi di masa mendatang,” kata Andry  dalam keterangan tertulisnya.

Baca: Tips Kenali Ciri Fintech Ilegal

VP Corporate Affairs TunaiKita Anggie Ariningsih mengatakan perlu dilakukan edukasi kepada mahasiswa, pelaku UMKM, jasa layanan keuangan dan masyarakat tentang manfaat dan kemudahan fintech.
 
“Kami hadir di sini untuk mendukung semangat OJK dalam menggalangkan literasi inklusi keuangan. Jika banyak warga Bandung mengakses kredit dengan mudah, hal itu berdampak positif pada daya beli masyarakat dan membantu memajukan perekonomian setempat,” kata Anggie.
 
Founder TunaiKita James Chan mengatakan, pihaknya berupaya berperan aktif meningkatkan inklusi keuangan di provinsi ini dalam era fintech di Indonesia.
 
“Kami bersyukur manfaat teknologi TunaiKita diterima baik oleh konsumen. Tahun ini jumlah pinjaman yang dicairkan naik dua kali lipat setiap bulannya,” ujar James.
 
James mengungkapkan, TunaiKita sudah hadir di 159 kota di seluruh provinsi di Indonesia. Dirinya berharap pelayanan dan inovasi TunaiKita mampu membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kesejahteraan finansial.
 
“Tunaikita berencana memperluas cakupan dengan target ekspansi ke seluruh kota di Indonesia pada 2019,” kata James.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id