Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Menperin: Aturan Insentif Pajak 200% Terbit di Semester I-2019

Ekonomi kementerian perindustrian
Husen Miftahudin • 24 April 2019 14:31
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebutkan aturan insentif pengurangan pajak hingga 200 persen (super deductable tax) bisa terbit pada semester I-2019. Dalam rapat sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo telah meminta agar aturan ini segera diterbitkan.
 
"Pak Presiden sudah meminta insentif ini direalisasikan, memang sekarang dalam proses administrasi. Super deductable tax untuk vokasi maupun inovasi Insyaallah akan segera diluncurkan," ujar Airlangga saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 24 April 2019.
 
Dia bilang regulasi ini nantinya berbentuk Peraturan Pemerintah (PP). Insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aturan ini berlaku jika perusahaan bekerja sama dengan SMK tertentu untuk memberikan pelatihan dan pembinaan vokasi serta penyediaan alat industri hingga kegiatan pemagangan dengan menghabiskan biaya Rp1 miliar. Maka, pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp2 miliar kepada perusahaan tersebut.
 
"Pemerintah akan memberikan potongan pajak sebesar Rp2 miliar dalam periode tertentu, misalnya lima tahun," beber Airlangga.
 
Sebelumnya, Airlangga mengatakan penerapan super deductible tax sejalan dengan inisiatif di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Artinya, pemberian fasilitas ini selain melengkapi insentif fiskal tax allowance dan tax holiday, akan mengakselerasi industri manufaktur nasional agar siap menuju revolusi industri 4.0.
 
"Insentif pajak ini juga diberikan guna mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menyongsong revolusi industri keempat. Untuk bertransformasi ke era industri digital, dibutuhkan reskilling agar mereka mampu berkompetisi," papar dia.
 
Pengembangan SDM terampil merupakan salah satu strategi guna menangkap peluang bonus demografi yang akan dialami Indonesia pada 2020-2030. Tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif ini dapat menggenjot kinerja ekonomi nasional.
 
Kemenperin telah menggulirkan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menuju era industri 4.0. Misalnya, pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK.
 
Untuk pengembangan SDM di politeknik, Kemenperin punya program skill for competitiveness (S4C) yang bekerja sama dengan Swiss dalam menerapkan pendidikan sistem ganda (teori dan praktik). Sedangkan, dalam upaya memacu kegiatan R&D, Kemenperin mendorong pihak swasta membangun pusat atau ekosistem inovasi.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif