Mentan Andi Amran Sulaiman, Medcom.id - Fachri Audhia Hafiez (Syaikhul Hadi)
Mentan Andi Amran Sulaiman, Medcom.id - Fachri Audhia Hafiez (Syaikhul Hadi)

Amran: Masa Depan Ketahanan Pangan di Petani

Ekonomi pertanian petani ketahanan pangan
Marcheilla Ariesta • 04 April 2019 17:21
Jakarta: Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan masa depan ketahanan pangan Indonesia berada pada jutaan tangan petani. Karenanya, penting untuk menjaga kesejahteraan petani dan keluarganya.
 
"Sudah saatnya petani menjadi fokus utama dari kebijakan dan program sektor pertanian," kata Amran dalam pembukaan kegiatan Regional Conference on Strengthening Southeast Asia’s Food Security, Nutrition, and Farmers’ Welfare through the UN Decade of Family Farmingdi Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Kamis 4 April 2019.
 
Amran pun mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri RI dalam menginisiasi dialog tersebut. Menurutnya, ini menjadi salah satu upaya Indonesia mewujudkan ketahanan pangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap konferensi ini dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, serta kesejahteraan petani. Sebab keluarga petani memiliki peranan penting dalam menciptakan pangan yang aman dan berkelanjutan untuk masyarakat.
 
"Tujuan sama dalam mewujudkan ketahanan pangan telah mengikat kita semua untuk bersama menggapai masa depan yang lebih baik. Mari kita manfaatkan semaksimal mungkin," imbuhnya.
 
Ia menambahkan populasi keluarga petani mencapai hampir setengah dari populasi penduduk Indonesia. Sementara mayoritas keluarga petani hanya memiliki lahan kurang dari satu hektar.
 
Sebab itu, pemerintah memiliki banyak tantangan di sektor pertanian. Salah satu yang terberat adalah memberdayakan keluarga petani.
 
"Sejak 2014, kami melakukan sejumlah terobosan, antara lain berfokus pada kebijakan untuk pemberdayaan petani," ungkapnya.
 
Adapun pemberdayaan keluarga petani meliputi sejumlah peraturan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, pergeseran sistem pertanian tradisional ke moderen, perubahan sistem pengadaan konvensional menjadi elektronik, dan lain sebagainya.
 
Di sisi lain, terobosan penting yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah fokus kembali pada anggaran. Karenanya, ia mendorong alokasi anggaran untuk sarana dan prasarana pertanian dapat ditambah secara signifikan.
 
"Kami percaya bukan nilai anggarannya yang berpengaruh pada pembangunan sektor pertanian. Namun, yang paling penting justru bagaimana kita mengelola anggaran itu," terangnya.
 
Pertemuan yang diinisiasi Indonesia ini dihadiri perwakilan negara Asia Timur dan organisasi internasional, seperti Korea Selatan, Jepang, Kamboja, Filipina, Vietnam, FAO dan Asosiasi Petani Asia. Tujuannya agar bisa saling berbagi pengalaman dan kerja sama dalam meningkatkan ketahanan pangan.

 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif