Illustrasi. ANTA/deng Bustomi
Illustrasi. ANTA/deng Bustomi

Apfindo: Swasembada Daging Sapi Sulit karena Politik

Ekonomi ekonomi indonesia
Gervin Nathaniel Purba • 03 November 2015 16:58
medcom.id, Jakarta: Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) menilai penyebab Indonesia tak bisa swasembada daging sapi lantaran pemerintah tidak fokus untuk mewujudkan swasembada.
 
"Simple, tidak pernah fokus untuk bangun suatu komunitas atau suatu sektor," ujar Direktur Eksekutif Apfindo, Djoni Liano, dalam sebuah diskusi di Kantin Kendal, Jalan Kendal Nomor 1, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015).
 
Dirinya menambahkan, pemerintah terpengaruh oleh kepentingan politik yang menyebabkan sulitnya mewujudkan swasembada daging.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menilai pemerintah terjebak dengan kata-kata swasembada yang menyebabkan pemerintah terus mengurangi impor daging sapi namun malah terjadi kekurangan populasi.
 
"Masalah teknis lebih kalah dari masalah politik," kata pria kelahiran Padang tersebut.
 
Selain itu, Djoni juga menilai pihak-pihak Kementerian atau lembaga terkait tidak mau duduk bersama untuk membahas basis data yang berbeda-beda. Menurutnya jika pihak Kementerian atau lembaga terkait tetap menggunakan masing-masing data, maka cita-cita swasembada daging akan sulit terwujud.
 
"Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menunjukkan data konsumsi daging sapi menurun sekita 2,2 kilogram (kg) per kapital per tahun ini. Kemudian BPS dan Bappenas akan keluarkan data yang berbeda, tidak ada kebenaran data, jadi bias," ungkap Djoni Liano.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif