Ilustrasi. Foto : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Pengusaha Geram Sirup Fruktosa dari Tiongkok dan Filipina Banjiri Indonesia

Ekonomi impor
Ilham wibowo • 13 November 2019 20:50
Jakarta: Pelaku industri minuman di Indonesia geram dengan masuknya produk sirop fruktosa asal Tiongkok dan Filipina. Pasalnya, impor yang dilakukan dalam jumlah besar telah membuat daya saing produk lokal di Tanah Air kian tertinggal.
 
Masalah ini pun telah tercium Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementrian Perdagangan. Penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor produk sirop fruktosa dengan nomor Harmonized System (HS) yaitu, 1702.60.20 telah dimulai pada 13 November 2019.
 
Penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan PT Associated British Budi (PT ABB) penghasil produk sirup fruktosa pada 28 Oktober 2019 lalu. Berdasarkan bukti awal pemohon, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor produk sirup fruktosa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri,” ujar Ketua KPPI Mardjoko melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 13 November 2019.
 
Kerugian serius atau ancaman kerugian serius itu terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri periode 2015-2018. Indikator tersebut antara lain kerugian finansial akibat menurunnya volume produksi, penjualan domestik, produktivitas dan kapasitas terpakai, jumlah tenaga kerja, serta pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam empat tahun terakhir (2015-2018), volume impor produk sirop fruktosa yang dimintakan perlindungan terus mengalami peningkatan dengan tren sebesar 18,99 persen. Volume impor selama empat tahun terakhir masing-masing sebesar 67.244 ton, 106.566 ton, 138.997 ton, dan 109.884 ton.
 
Negara asal impor produk sirop fruktosa yakni Tiongkok, Filipina, dan negara lainnya. Impor produk sirop fruktosa terbesar berasal dari Tiongkok, dengan pangsa impor pada 2018 sebesar 94,01 persen, kemudian di 2017 sebesar 98,06 persen, dan tahun 2016 sebesar 91,69 persen dari total impor produk sirup fruktosa.
 
KPPI mengundang pihak yang berkepentingan untuk memberikan tanggapan paling lambat lima belas hari sejak tanggal pengumuman dimulainya penyelidikan. Untuk permintaan informasi terkait penyelidikan, dapat disampaikan secara tertulis kantor Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Jalan M.I. Ridwan Rais No.5, Gedung I, Lantai 5.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif