Ilustrasi Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
Ilustrasi Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.

Lima Berita Terpopuler Ekonomi Pekan ini

Ekonomi Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Arif Wicaksono • 29 Desember 2019 08:38
Jakarta: Pada pekan ini banyak isu ekonomi yang hangat menjadi perbincangan publik, baik dari dalam maupun luar negeri. Isu dari luar negeri seperti dari pemakzulan Donald Trump hingga dari dalam negeri yang muncul dari persoalan Asuransi Jiwasraya.
 
Nah, dari isu yang populer, tak selamanya menjadi berita terbanyak dibaca pada pekan ini. Medcom.id merangkum lima berita terpopular ekonomi pada pekan ini. Berikut ulasanya.
 
1. Exxon Tingkatkan Cadangan Minyak
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ExxonMobil Cepu Limited telah mendapat persetujuan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk meningkatkan cadangan di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
 
Presiden ExxonMobil Cepu Limited Louise McKenzie mengatakan hal ini menyusul terealisasinya produksi minyak kumulatif di lapangan tersebut lebih dari 357 juta berel. Dalam rencana pengembangan (POD) awal, produksi minyak di Lapangan Banyu Urip ditargetkan sebesar 357 juta barel.
 
"Dengan capaian ini, berarti kami telah memenuhi komitmen cadangan terproduksi dari POD awal dalam waktu kurang dari setengah periode kontrak kerja sama," kata Louise dalam keterangan resmi, Senin, 23 Desember 2019.
 
Berita selengkapnya di sini.
 
2. Industri Teknologi Informasi Tiongkok Semakin Mengeliat
 
Sektor industri dan teknologi informasi Tiongkok diperkirakan akan tumbuh stabil pada tahun ini. Hal ini terungkap menurut pertemuan dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT).
 
Pertemuan itu menurut Xinhua, Selasa, 24 Desember 2019, menjelaskan bahwa total nilai pendapatan negara dari perusahaan industri itu bisa tumbuh 5,6 persen YoY pada 2019.
Pendapatan dari perangkat lunak dan layanan teknologi informasi diperkirakan akan meningkat 15 persen, sementara bisnis telekomunikasi mungkin naik 20 persen. Pendapatan dari sektor internet kemungkinan akan naik 20 persen YoY.
 
Berita selengkapnya di sini.
 
3. Investasi Tertahan Rp500 Triliun
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengakui masih memiliki utang pemenuhan realisasi investasi existing mencapai Rp500 triliun. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan terganjalnya realisasi ini disebabkan sejumlah hal terutama tumpang tindih perizinan baik di Kementerian maupun Lembaga (K/L).
 
Dia mengatakan izin investasi itu sudah ada, meskipun belum bisa dieksekusi karena ada beberapa persoalan. Salah satunya persoalan lahan, persoalan perizinan yang tumpang tindih baik di kementerian dan lembaga maupaun di (pemerintah) provinsi dan kabupaten/kota.
 
Berita selengkapnya di sini
 
4. Impor Suku Cadang Pesawat Dipermudah
 
Indonesia National Air Carrier Association (INACA) meminta pemerintah mempermudah izin impor spareparts pesawat terbang. Hal ini menyusul larangan impor suku cadang pesawat sebesar 49 persen dari 10.000 HS.
 
Ketua INACA Denon B. Prawiraatmadja mengatakan ketentuan tersebut cukup menyulitkan maskapai Tanah Air. Pasalnya, negara lain mengenakan lartas spareparts pesawat lebih rendah atau sebesar 17 persen.
 
Berita selengkapnya di sini
 
5. Direksi Lama Jiwasraya Diminta Jujur
 
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga meminta jajaran direksi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode sebelumnya berbicara jujur terkait kasus gagal bayar yang membelit perseroan. Jajaran direksi lama diduga punya andil besar dalam kebangkrutan Jiwasraya dan merugikan negara hingga Rp13 triliun itu.
 
Arya bilang, Kementerian BUMN akan terus mendorong proses hukum sembari mengambil langkah-langkah strategis menyelamatkan Jiwasraya. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut dua nama direksi lama Jiwasraya yang diduga terlibat dalam praktik korupsi sehingga membuat perusahaan mengalami kebangkrutan.
 
Kedua nama itu ialah eks direktur utama Hendrisman Rahim dan mantan direktur keuangan Harry Prasetyo. Keduanya terkesan asal-asalan dalam menempatkan portofolio investasi Jiwasraya. Beberapa saham yang dinvestasikan merupakan saham 'gorengan' yang kerap dimainkan bandar.
 
Berita selengkapnya d isini
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif