PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo). Medcom/Husen M.
PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo). Medcom/Husen M.

Garap Pemasaran Produk, Pegadaian Gandeng 7 BUMN

Ekonomi bumn pegadaian
Husen Miftahudin • 30 Juli 2019 15:48
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) sebagai bentuk sinergi bisnis dalam keagenan Pegadaian, pemasaran produk, dan layanan antarperusahaan.
 
Tujuh perusahaan pelat merah tersebut ialah Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Askrindo Insurance, PT Balai Pustaka (Persero), PT Pelni (Persero), dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).
 
Sinergi dengan asosiasi dan BUMN ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Direktur Pengendalian Usaha RNI Agung P. Murdanoto, Ketua Umum HIPMIKINDO Maz Pandjaitan, Direktur Utama Jamkrindo Rendi Anto, Direktur Utama Askrindo Insurance Andrianto Wahyu Adi, Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji, Direktur Utama Pelni Insan Purwarisya L Tobing, dan Direktur Utama PNRI Djakfarudin Junus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sinergi ini memberikan kesempatan untuk bekerja sama dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi dan media komunikasi BUMN lain sehingga dapat memberikan keuntungan untuk kedua belah pihak," kata Kuswiyoto di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.
 
Sebelumnya Pegadaian sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebagai bentuk sinergi bisnis antarperusahaan BUMN. Kerja sama tersebut merupakan kolaborasi antar-BUMN penjualan produk.
 
Pada Juni 2019, Pegadaian juga menjalin kerja sama dengan tiga BUMN lain yaitu PT Garuda Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara lll (PTPN lll), dan PT Tabungan dan Asuransi Pensiunan (Persero) Taspen. Sehingga tercatat hingga saat ini Pegadaian sudah menjalin kerja sama dengan 10 perusahaan BUMN.
 
"Dengan adanya penandatanganan kerja sama dan nota kesepahaman, kami meyakini akan membawa dampak positif di usaha seluruh perseroan dan lembaga yang terlibat," harap Kuswiyoto.
 
Dia menjelaskan penandatanganan kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha sesuai bidang masing-masing BUMN tersebut.
 
Menurut Kuswiyoto, kegiatan tersebut juga sebagai bagian untuk mengoptimalkan dan mengembangkan bisnis masing-masing perusahaan. Sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan dapat memberikan kontribusi positif pada negara.
 
"Ratusan ribu karyawan BUMN serta puluhan juta pengusaha UMKM merupakan pasar strategis bagi Pegadaian. Potensi pasar di industri gadai masih terbuka luas yang belum tergarap, sehingga ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pihak," ungkapnya.
 
Hingga Juni 2019, Pegadaian sudah memiliki 12,1 juta nasabah. Hal ini didukung dengan produk-produk unggulan seperti Pegadaian Digital Service (PDS), Tabungan Emas bekerja sama dengan Tokopedia, dan Kredit Cepat Aman (KCA).

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif