Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. MI/Susanto.

Jika Diibaratkan Investasi, Riset Pendidikan Beri Untung 20%

Ekonomi pendidikan
Nia Deviyana • 31 Juli 2019 15:27
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya riset di bidang pendidikan untuk perekonomian Indonesia ke depan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan jika diibaratkan investasi, riset di bidang pendidikan memiliki rate of return atau tingkat pengembalian 20 persen.
 
"Investasi dengan rate of return 20 persen itu kan tinggi. Di dunia pendidikan, bahkan kalau kita investasi di anak bayi itu (rate of return-nya) 30 persen. Jadi Anda tidak perlu diyakinkan bahwa sektor pendidikan itu penting dan baik," ujar Ani, sapaannya saat mengisi diskusi bertajuk Mencari Model Pengelolaan Dana & Pengorganisasian Riset untuk Indonesia, di Soehanna Hall, The Energy Buiding, Jakarta Selatan, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Dana riset pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 sebesar Rp35,7 Triliun. Dana yang dialokasikan ke 45 Kementerian/Lembaga (K/L) ini, tidak dipungkiri terbilang kurang. "Kok kecil amat? kalau bahasa Pak Presiden kok nggak nendang," imbuhnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenai dana riset, lanjut Ani, memiliki banyak kendala, salah satunya kurangnya kontribusi dari swasta. "Pertama kita lihat kontribusi terhadap penelitian masih didominasi pemerintah, yaitu sebesar 66 persen, peranan swasta hanya 10 persen. Di negara yang tergabung dalam Organization for Economic and Development (OECD) kebalikannya, peranan swasta 70 persen," paparnya.
 
Ani tidak memungkiri diperlukannya insentif untuk peningkatan kontribusi swasta di bidang Research and Development (R&D). Untuk mendorong itu, pemerintah segera meresmikan kebijakan super deduction tax.
 
Super deduction tax merupakan insentif yang diberikan kepada industri yang berinvestasi dalam pendidikan vokasi dan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Kebijakan yang segera disahkan presiden ini akan memberikan potongannya sebesar 200 hingga 300 persen dari biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk vokasi.
 
"Jadi di luar Rp35,7 triliun itu pemerintah berikan insentif kepada swasta agar riset tidak melulu dari pemerintah. Kita dorong dari swasta karena biasanya mereka bisa berikan lroblem solving yang real," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif