Inspektur II Kementerian Perdagangan (Kemendag) Etti Susilowaty. Foto: dok Kemendag.
Inspektur II Kementerian Perdagangan (Kemendag) Etti Susilowaty. Foto: dok Kemendag.

Bahan Pangan di Banten Jadi Perhatian Jelang Natal

Ekonomi pangan perayaan natal dan tahun baru
Ilham wibowo • 22 November 2019 09:51
Serang: Harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok di Pasar Rau, Serang, Banten jadi fokus perhatian jelang Natal dan perayaan Tahun Baru 2020. Tingkat inflasi di kawasan ini terus diupayakan bisa stabil.
 
Inspektur II Kementerian Perdagangan (Kemendag) Etti Susilowaty mengatakan dua tahun terakhir harga dan pasokan kebutuhan pokok tetap stabil menjelang peringatan hari besar keagamaan nasional (HBKN). Kondisi baik itu perlu kembali terulang pada tahun ini.
 
"Kemendag berkomitmen melanjutkan kesuksesan tersebut dengan melakukan upaya-upaya antisipasi dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait kebutuhan pokok di daerah, termasuk di Provinsi Banten yang berpotensi menyumbang inflasi menjelang akhir tahun," ujar Etti melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan pantauan di Pasar Rau, Etti mengungkapkan harga bapok relatif stabil. Pada pantauantersebut, Etti didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso dan Kepala Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Fahrurroji.
 
"Hasil pantauan kami menunjukkan harga bapok stabil dan pasokan cukup. Mudah-mudahan kondisi ini akan terus terjadi sampai nanti usai tahun baru," ujar Etti.
 
Per Kamis, 21 November 2019, harga beras medium stabil di kisaran Rp9.000-Rp10.000 per kg, beras premium Rp11 ribu-Rp12 ribu per kg, gula Rp13 ribu per kg, minyak goreng kemasan Rp11 ribu per liter, daging ayam Rp34 ribu-Rp35 ribu per kg,daging sapi Rp110 ribu-Rp112 ribu kg, telur ayam ras Rp24 ribu-Rp25 ribu kg, cabai merah kriting Rp35 ribu per kg, cabai merah besar Rp20 ribu per kg, cabai rawit merah Rp35 ribu-Rp38 ribu per kg, bawang merah Rp28 ribu-Rp30 ribu per kg, dan bawang putih Rp28 ribu per kg.
 
"Kondisi harga-harga tersebut diprediksi stabil hingga akhir tahun mengingat distribusi pasokan kebutuhan pokok terpantau lancar," ungkapnya.
 
Usai meninjau kebutuhan pokok di pasar rakyat, Etti meninjau kesiapan pasokan kebutuhan pokok di Gudang Bulog GBB Umbul Tengah dan Gudang Alfamart Serang, serta menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2019.
 
Etti mengungkapkan, pasokan beras di Gudang Bulog tersebut aman. Lebih lanjut, secara keseluruhan, di Gudang Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, pasokan beras untuk Provinsi Banten tercatat sebanyak 98 ribu ton yang cukup memenuhi kebutuhan hingga delapan bulan ke depan. Sedangkan di Gudang Alfamart, pasokan bahan makanan olahan yang biasanya mengalami lonjakan permintaan pada Natal dan Tahun Baru juga aman hingga tiga bulan mendatang.
 
Sementara itu, pada Rakorda, Etti menyampaikan pentingnya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Identifikasi pasokan bapok di lapangan dikoordinasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan.
 
Rakorda dihadiri Kepala Kanwil Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja dan perwakilan dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten. Selain itu, hadir pula Tim Pengendali Inflasi Daerah, perwakilan Satgas Pangan, perwakilan Bulog, serta pelaku usaha kebutuhan pokok.
 
"Untuk menjaga inflasi bahan makanan pada tingkat yang stabil, beberapa komoditas bapok yang perlu diantisipasi pasokannya antara lain yaitu daging ayam, bawang merah dan telur ayam ras. Kami mengimbau Pemerintah Daerah memantau dan melaporkan keamanan dan kelancaran distribusi bapok dan jumlah stok kebutuhan pokok, yang dimiliki pedagang di pasar pantauan," ujar Etti.
 
Etti melanjutkan, langkah antisipasi perlu dilakukan guna mengetahui perkiraan kebutuhan stok bapok harian di pasar-pasar tersebut dan segera melaporkan jika ada gejolak harga ataupun hambatan distribusi. Rakorda ini merupakan salah satu implementasi amanat Rapat Koordinasi Nasional bapok di Jawa Timur pada 4 Oktober 2019.
 
Arahan dari Menteri Perdagangan telah diberikan untuk segera melakukan langkah antisipasi menjelang Natal 2019 Tahun Baru 2020, mewaspadai tantangan terkait kondisi kekeringan ekstrim, dan menjaga kelancaran pasokan ke masyarakat dan keterjangkauan harga di pasar.
 
"Kami ingin agar masyarakat dapat merayakan Natal dan tahun baru dengan tenang tanpa mengkhawatirkan adanya gejolak harga bapok di pasar," pungkas Etti.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif