Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Kemendag Awasi Stok Bahan Pokok untuk Stabilkan Harga

Ekonomi bahan pokok kementerian perdagangan
Ilham wibowo • 20 Mei 2019 14:56
Depok: Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta para pedagang eceran atau ritel tak menaikkan harga secara sepihak pada Ramadan dan jelang Lebaran. Terlebih stok bahan pokok saat ini terpantau cukup dan tersebar di berbagai daerah.
 
"Secara umum aman, kami sudah berkoordinasi dengan daerah dan Bulog kita pantau daerah yang surplus dan daerah yang defisit akan geser ke sana," kata Sekjen Departemen Perdagangan Kemendag Karyanto Suprih saat menggelar pasar murah di Pusdiklat Kemendag Depok, Jawa Barat, Senin, 20 Mei 2019.
 
Karyanto mengatakan tak ada alasan menaikkan harga bahan pokok meski memasuki momentum Ramadan dan hari besar keagamaan. Pemerintah terus melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga dengan ketersediaan stok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika stok ada tidak ada alasan untuk menaikan harga suatu barang," ujarnya.
 
Pada saat Ramadan mestinya pengecer gencar memberikan diskon. Sebab keuntungan sudah pasti berlipat ganda lantaran permintaan meningkat dibarengi ketersediaan stok yang diupayakan pemerintah.
 
"Dibandingkan normal ada kenaikan 10 persen hingga 20 persen permintaan, makanya kami minta kepada produsen khususnya untuk menambah produksinya, antisipasi untuk menjaga stok cukup," paparnya.
 
Beberapa komoditas pangan sempat mengalami kenaikan seperti bawang putih. Menurut Karyanto, upaya stabilisasi harga telah dilakukan dengan menambah pasokan impor. Saat ini, harga bawang putih di pasar ritel modern dipatok Rp30 ribu per kilogram.
 
"Kemarin kami sudah keluarkan izin 115 ribu ton bawang putih kepada delapan perusahaan. Sekarang tahap kedua 275 ribu ton," ungkapnya.
 
Operasi pasar bakal dilakukan saat tim yang disebar ke seluruh daerah menemukan potensi kenaikan harga. Kehadiran pasar murah pun turut dilakukan Kemendag di beberapa titik strategis.
 
"Ada empat titik pasar murah di Bandung, kemudian Ciracas, di sini dan nanti di Kementerian Perdagangan," tuturnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif