Ekonom Faisal Basri. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ekonom Faisal Basri. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Faisal Basri: Basuki Hadimuljono Layak Dipertahankan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 10 Oktober 2019 14:34
Jakarta: Ekonom Senior Faisal Basri menyebut kandidat menteri di Kabinet Kerja jilid II masih layak diisi beberapa nama menteri petahana. Satu di antara yang dipertahankan yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
 
"Ada beberapa yang bisa dipertahankan seperti Pak Basuki," kata Faisal, ditemui usai menghadiri diskusi di Hotel JS Luwansa Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Menteri Basuki, kata Faisal, masuk dalam kriteria sosok pemimpin yang kredibel. Kerja sama lintas kementerian dan lembaga pemerintahan lain juga bisa dijalankan dengan baik. "Kriterianya menurut saya yang paling penting kredibel, kompeten dan mau kerja sama dalam sistem bahu membahu, jangan sendiri sendiri," ungkapnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faisal menyarankan Presiden Joko Widodo serius melihat evaluasi kinerja ekonomi lima tahun terakhir lantaran pertumbuhan ekonomi yang melambat. Nama menteri yang perlu segera dicarikan kandidat terbaik yakni untuk posisi Kementerian BUMN.
 
"(Menteri Rini Sumarno) wajib diganti lah, dosanya kebanyakan. BUMN itu harus koreksi total, masa BUMN sebanyak ini solusinya dengan satu obat namanya holding, enggak bener," ungkap akademisi dari Universitas Indonesia ini.
 
Tak hanya Menteri Rini, Faisal juga menyabut Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman tak lagi digunakan. Luhut dinilai banyak melakukan ambil alih program di kementerian dibanding mengedepankan sinergi dalam membangun negeri.
 
"Namanya menko itu bukan menteri pengambilalihan. Nah ini jenis Luhut Pandjaitan baiknya tidak digunakan lagi lah sama Pak Jokowi," ungkap Faisal.
 
Sebagai sosok negarawan, kata Faisal, Presiden Jokowi harus mampu meredam tekanan dari partai politik pengusung dan kekuatan tertentu dalam memilih sosok yang tepat di kementerian sektor ekonomi. Kepentingan membangun bangsa lebih utama dibanding hanya sekadar bagi-bagi jabatan untuk membayar janji politik.
 
"Pak Jokowi sudah dua periode, dia harus lebih lugas. Saya yakin Pak Jokowi makin berani," pungkas Faisal.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif