Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. MI/Panca S.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. MI/Panca S.

Menteri Rini Pamer Pembangunan Infrastruktur Selama 4 Tahun

Ekonomi bumn infrastruktur
Annisa ayu artanti • 30 Januari 2019 21:35
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK pembangunan infrastruktur sangat semarak. Pembangunan infrastruktur diyakini akan menjadi penorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Dalam waktu empat tahun total jalan tol meningkat menjadi 1.254 kilometer. 794 km sejak kemerdekaan, dalam empat tahun terakhir kita mampu untuk membangun hampir 500 kilometer," kata Rini mengawali pidatonya dalam Mandiri Investment Forum 2019, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019.
 
Ia pun masih menargetkan sampai akhir tahun 2019 total panjang jalan tol bisa mencapai 1.900 kilometer (km). Di depan para investor, Rini juga bercerita, saat ini untuk menempuh perjalanan ke Surabaya tidak lagi memakan waktu 14 jam tetapi hanya sembilan jam. Hal itu karena seluruh jalan tol Trans Jawa telah tersambung. Menurutnya, dengan adanya jalan tol ini akan membuka potensi pembangunan ekonomi Indonesia lebih pesat di daerah-daerah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini memberikan potensi pertumbuhan untuk pembangunan ekonomi di pulau Jawa," ujar dia.
 
Tak hanya jalan tol, Rini juga menyebutkan mengenai pembangunan pelabuhan. Sejak 2015 terdapat 27 pelabuhan baru yang dioperasikan. Pemerintah melalui perusahaan BUMN juga terus menambah dan merevitalisasi pelabuhan-pelabuhan yang ada sehingga sarana konektivitas semakin baik dan mendukung kegiatan perekonomian.
 
"Berkenaan dengan konektivitas laut kita telah membangun 27 pelabuhan baru," sebut Rini.
 
Selain itu, Rini kembali melanjutkan, pemerintah juga telah membangun tujuh bandara baru. Salah satunya Bandara Silangit yang letaknya dekat dengan Danau Toba. Melalui bandara baru semakin membuka gerbang untuk mendatangkan jumlah wisatawan lebih banyak dari tahun ke tahun.
 
"Dengan bandara yang baru banyak sekali WNI dan juga turis asing yang mengunjungi Indonedsia," tukas dia.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif