Ekonomi Indonesia. MI/MOHAMAD IRFAN.
Ekonomi Indonesia. MI/MOHAMAD IRFAN.

Indonesia Semakin Menarik Pemodal Asing

Ekonomi ekonomi indonesia
Media Indonesia • 24 Februari 2019 12:00
Jakarta: Meningkatnya aliran portofolio capital inflow atau aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sejak awal tahun hingga kini menandakan daya tarik indonesia. Namun hal ini harus juga diimbangi dengan iklim investasi yang semakin kondusif agar aliran modal asing itu bertahan di Indonesia.
 
"Yang jelas harus membuat iklim investasi semakin kondusif," ungkap pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi saat dihubungi Media Indonesia, MInggu, 24 Februari 2019.
 
Selain itu, menurut dia, investasi asing langsung yang masuk ke Indonesia harus diarahkan untuk ekspor dan produktivitas. Jika hal tersebut tidak dilakukan, dikhawatirkan hanya akan membebani defisit pada neraca transaksi berjalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


baca : BEI: Komposisi Investor Asing Meningkat
 
Dia menjelaskan iklim investasi saat ini pada satu sisi, yakni ease of doing business (EODB) membaik, tetapi untuk pajak dinilai belum bersahabat karena masih tinggi.
 
Kepala Peneliti Kebijakan Sektor Keuangan dan Makroekonomi LPEM-FEUI Febrio N Kacaribu menyampaikan pengaruh masuknya investasi portofolio asing dalam tiga bulan terakhir telah memperbaiki rupiah menjadi salah satu mata uang yang meningkat paling pesat bersamaan dengan mata uang Thailand, Filipina, dan Malaysia.
 
Mata uang rupiah diketahui dalam dua bulan terakhir berada di kisaran Rp14.000 per USD. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia menyampaikan aliran portofolio inflow atau aliran modal asing yang masuk Indonesia sejak awal tahun hingga 21 Februari 2019 sudah mencapai total Rp45,9 triliun.
 
"Inflow sampai 21 Februari sebesar Rp45,9 triliun sudah lebih besar daripada keseluruhan inflow pada 2018," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks Masjid Baitul Ihsan, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.
 
Nilai itu terdiri atas aliran dana asing yang masuk ke surat berharga negara (SBN) sebesar Rp33,9 triliun, ke saham sebesar Rp11,3 triliun, dan ke dalam sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp1,1 triliun. Adapun pada 2018, inflow selama setahun mencapai Rp13,9 triliun, terutama pada SBN sebesar Rp20,1 triliun, sedangkan saham terjadi outflow Rp6,5 triliun.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menilai hal itu menunjukkan Indonesia tempat menarik untuk investasi.
 
Lebih lanjut, ia menyampaikan pemerintah telah memperbaiki iklim investasi di dalam negeri. Mulai adanya kemudahan dalam berusaha, online single submission (OSS), pemberian fasilitas tax holiday, hingga kemudahan ekspor. Dengan begitu, ia meyakini foreign direct investment (FDI) atau investasi asing langsung juga akan mengalir masuk ke Indonesia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif