Indonesia Butuh Lebih Banyak Infrastruktur
Economic Counsellor and Director of the Research Department IMF Maurice Obstfeld -- Foto: Antara/ Nyoman Budhiana
Nusa Dua: Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak infrastruktur. Begitu pula dengan infrastruktur yang berkualitas.

"Indonesia pasti butuh infrastruktur yang lebih banyak dan lebih baik, upaya yang telah dilakukan pemerintah saat ini sangat disambut baik," ujar Economic Counsellor and Director of the Research Department IMF Maurice Obstfeld saat konferensi pers World Economic Outlook IMF, di BICC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurut dia, IMF melihat Indonesia dapat mengambil manfaat lebih banyak dari investasi asing langsung. Investasi ini dipercaya dapat memasok kebutuhan infrastruktur yang lebih besar.

"Ekonomi Indonesia berkembang pesat. Ini adalah pasar yang sangat besar. Investor asing akan sangat tertarik. Saya pikir, bagi Indonesia, ini mungkin cara yang sangat menarik ke depan," tambahnya.

Staf Khusus I Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol mengatakan pemerintah Indonesia menawarkan 78 proyek kepada delegasi dan peserta pertemuan International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings (IMF-WB) 2018. Dari jumlah tersebut, kemungkinan nilai investasinya mencapai USD42,1 miliar atau Rp643 triliun dalam kurs Rp15.217 per USD.

"Di depan sana ada sekitar 78 proyek yang ditawarkan dan nilai investasi yang ditawarkan itu sekitar USD42,1 miliar," kata nya kepada Medcom.id, di Nusa Dua, Bali.

Sahala menyebutkan proyek-proyek yang ditawarkan merupakan proyek yang tengah dikerjakan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Itu mulai dari sektor energi, oil and gas, manufacturing, telekomunikasi, konstruksi, infrastruktur, transportasi, seaport, airport, hotel, dan tourism. Ada 12 sektor," sebut dia.

 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id