Illustrasi. MI/Ramdani.
Illustrasi. MI/Ramdani.

Puluhan Tahun Pemerintah Tak Kaji Kinerja Ekspor

Ekonomi ekspor ekonomi indonesia deregulasi
Desi Angriani • 08 Januari 2019 18:14
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui selama puluhan tahun pemerintah belum mengkaji kinerja ekspor. Selama ini, pemerintah terlalu fokus merancang kebijakan yang dapat menekan impor. 

"Selama puluhan tahun kita enggak pernah otak-atik ekspor tapi hanya impor," kata Darmin dalam outlook perekonomian Indonesia 2019," ujar dia di Hotel Ritz-Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Karena itu, pemerintah tahun ini akan fokus melakukan penyederhanaan prosedur untuk mengurangi biaya ekspor, dan melakukan pemilihan komoditas ekspor unggulan. 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sejumlah sektor unggulan yang menjadi prioritas ekspor antara lain, industri kimia, industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri elektronik, industri otomotif dan industri makanan-minuman, industri perikanan, industri permesinan, peralatan kesehatan, furnitur, produk kayu dan kertas serta sepeda. "Pemerintah juga akan meningkatkan ekspor berbasis non-komoditas bernilai tambah tinggi dan industrialisasi produk-produk prioritas berdaya saing global juga terus diupayakan untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja baru," tutur mantan gubernur Bank Indonesia ini.

Darmin menuturkan dua fokus kebijakan tersebut masuk ke dalam program jangka pendek pemerintah untuk 2013. Tiga program lainnya telah diimplementasikan yakni, perbaikan iklim usaha melalui Online Single Submission (OSS), memberikan fasilitas dan insentif perpajakan, serta program vokasi. Program jangka pendek ini dipercaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target sebesar 5,3 persen. 

"Struktur ekonomi diharapkan mampu menjadi lebih produktif dan efisien, serta memiliki kapasitas produksi, teknologi, dan tenaga kerja dengan kemampuan yang tinggi," tambah dia.

Untuk jangka menengah panjang, Pemerintah tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sampai dengan 2018, terdapat 46 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah selesai dengan total investasi sebesar Rp159 triliun. 


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi