Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

BI: Rupiah Masih Berpeluang Menguat

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 05 Maret 2019 20:03
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai mata uang rupiah mulai mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bank sentral menilai faktor yang membuat mata uang rupiah melemah selama tahun lalu mulai mereda sejak awal tahun ini.
 
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan perang dagang antara AS dan Tiongkok mulai mereda. Tak hanya itu, kenaikan suku bunga AS juga mulai menurun, ditambah risiko geopolitik yang mulai berkurang.
 
"Jadi hemat saya kecenderungannya masih ada ruang untuk menguat, sebab rupiah masih undervalue," kata Nanang ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, kondisi dalam negeri juga membuat arus modal asing masuk (inflow) di awal tahun ini cukup tinggi. Stabilitas rupiah juga ditopang ketersediaan valuta asing (valas) yang mencukupi di pasar, termasuk didukung adanya kebijakan Domestic Non Delivery Forward (DNDF).
 
"Makanya tidak terlalu fluktuasi dan ini dibantu dengan pasar DNDF, banyak yang sudah lakukan hedging. Dengan melakukan hedging pelaku pasar tidak terburu-buru beli ke spot market," jelas dia.
 
Pada penutupan perdagangan sore tadi, mata uang rupiah relatif stabil dengan berada pada Rp14.100 per USD. Padahal sebelumnya, rupiah ditaksir mengalami pelemahan seiring dengan menguatnya indeks dolar terhadap semua mata uang dunia.
 
Bloomberg melansir mata uang rupiah menguat 2,5 poin ke Rp14.127 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah stagnan di Rp14.125 per USD. Bank Indonesia melansir mata uang rupiah menguat ke Rp14.146 per USD.
 
Dibawah Rp14.000/USD
 
Sebelumnya Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupiah bisa berada di bawah Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Apalagi bank sentral memandang nilai tukar rupiah saat ini masih terlalu murah (undervalue) dibandingkan yang seharusnya.
 
"Kurs kemudian dari Rp14.500 per USD sekarang alhamdulillah Rp14.000 per USD, dan kemudian ini juga bisa di bawah Rp14.000," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Dirinya menambahkan, nilai tukar sejauh ini masih dalam kondisi yang stabil. Bahkan BI meyakini rupiah bisa terus menguat, didukung oleh sejumlah kondisi dalam negeri seperti aliran modal asing masuk (capital inflow) yang sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif