Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Eko Nordiansyah 14 November 2018 18:24 WIB
merpati sekarat
Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati
Merpati. MI/Paco Amalo.
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan menyuntikkan modal bagi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Apalagi setelah Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur memutuskan maskapai pelat merah itu tetap bisa mengudara.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan pemerintah masih menunggu calon investor yang kredibel. Sementara, investor yang sudah ada saat ini dinilai tidak kredibel karena tidak mau menanggung beban utang yang harus dibayarkan oleh Merpati.

"Kita enggak happy kalau dapatkan proposal yang tidak kredibel, apalagi diikuti permintaan utang kita, jaminannya dilepaskan. Bagaimana ini proposal enggak kredibel, jaminan disuruh lepas, kan sangat tidak fair," kata dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018.

Dirinya menambahkan calon investor memang menginginkan jaminan utang kepada pemerintah bisa dilepaskan guna menambah modal Merpati memulai kembali bisnisnya. Hanya saja Kemenkeu menilai tak bisa membebaskan utang Rp2,5 triliun Merpati kepada pemerintah.

"Apa yang jadi concern Kemenkeu bisa diterima Merpati dan calon investornya, sehingga proposalnya perlu dicatat ya. Kita bukan menolak, atau memailitkan, enggak. Kita ingin melihat proposal yang masuk menangani Merpati kredibel, efektif, tujuan untuk menyelamatkan," jelas dia.

Dalam putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Merpati tetap diharuskan melunasi utang ke semua kreditur. Merpati punya tanggungan ke 85 kreditur konkruen, namun Merpati mengajukan proposal perdamaian kepada kreditur tersebut.

"Tapi kelihatannya Merpati dan calon investor sepertinya akan maju lagi dengan proposal baru yang tidak menuntut minta dilepaskannya jaminan atas utang mereka dari Kemenkeu. Saya enggak tahu, tapi yang dibahas bukan apakah kita setuju atau tidak setuju," pungkasnya.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id