Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. (FOTO: dok Kementerian BUMN)
Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. (FOTO: dok Kementerian BUMN)

Menteri Rini Klaim Seluruh Laporan Keuangan BUMN Teraudit

Ekonomi bumn garuda indonesia kementerian bumn
Annisa ayu artanti • 06 Mei 2019 06:43
Jakarta: Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan selama 21 tahun laba bersih perusahaan BUMN sudah mencapai lebih dari Rp200 triliun. Hal itu diyakini sebagai suatu keberhasilan yang telah dilakukan.
 
"Laba bersih sudah capai di atas Rp200 triliun," kata Rini saat groundbreaking komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu, 5 Mei 2019.
 
Ia juga memastikan seluruh laporan keuangan perusahaan BUMN tersebut telah terverifikasi atau teraudit. "Biar pun beberapa masih mempertanyakan, tapi ini sudah audited jadi ini sudah benar diatas Rp200 triliun," ucap dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Rini nampaknya melupakan polemik laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Dua komisaris Garuda Indonesia menolak laporan keuangan perusahaan tahun buku 2018.
 
Pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dua komisaris tersebut menolak lantaran dalam laporan keuangan Garuda Indonesia terdapat keganjalan, terdapat pengakuan pendapatan atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia.
 
Menurut mereka, pengakuan tersebut tidak sesuai dengan kaidah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 23.
 
Hal tersebut tidak disinggung Rini. Ia justru melanjutkan, selain capaian laba bersih Kementerian BUMN juga mencatat aset 143 perusahaan BUMN sudah diatas Rp8.000 triliun dan pendapatan perusahaan BUMN mencapai di atas Rp2.300 triliun.
 
"Investasi kita 2018 dalam dukung program pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional investasi yang dilakukan BUMN mencapai Rp480 triliun dan kontribusi ke APBN Rp420 triliun," jelas dia.
 
Ditemui dan dimintai konfirmasi di tempat yang sama, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Tri Hargo enggan berkomentar. Ia hanya diam dan mengalihkan pembicaraan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif