Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Rini Soemarno - - Foto: MI/Panca Syurkani
Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Rini Soemarno - - Foto: MI/Panca Syurkani

Kinerja BUMN Indonesia Salip Malaysia

Ekonomi bumn ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 13 Maret 2019 12:29
Jakarta: Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis UI menilai kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang 2018 mampu menyalip BUMN tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kinerja tersebut tidak terlepas dari peran perusahaan-perusahaan yang sudah listed atau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis UI Toto Pranoto menyebut setidaknya ada BUMN listed yang menopang pertumbuhan pendapatan serta total aset.
 
Tahun lalu aset BUMN mencapai Rp8.092 triliun atau tumbuh 12,23 persen dibanding 2017 yang sebesar Rp7.210 triliun. Dalam kinerja operasional pun cukup memuaskan ditandai dengan pertumbuhan ekuitas 4,16 persen dari Rp2.380 triliun di 2017 menjadi Rp2.479 triliun di 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu pula dengan pertumbuhan laba dari Rp186 triliun menjadi Rp188 triliun di 2018. Selain itu, kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk dividen, pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga tumbuh 19,21 persen atau sebesar Rp422 triliun dibanding tahun sebelumnya.
 
"Data kinerja perusahaan pelat merah yang dirilis Kementerian BUMN beberapa waktu lalu menunjukkan daya saing tersendiri dibandingkan BUMN di Malaysia dan Singapura," kata Toto dalam seminar bertajuk prospek BUMN di tahun politik di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019.
 
Menurutnya, untuk pertama kali dalam sejarah reformasi 1998, BUMN Indnesia unggul dibanding BUMN Malaysia. Kinerja Khasanah, BUMN Malaysia tahun lalu justru mengalami penurunan. Terbukti dari kerugian yang diderita sebesar 6,3 miliar Ringgit Malaysia atau sekitar USD1,5 miliar atau Rp21 triliun.
 
Dalam dinamika bisnis dan daya saing global yang cukup menekan di berbagai bidang, seperti konflik AS dan Tiongkok, cukup berpengaruh pada kinerja Khasanah. Penurunan kerja Khasanah dikarenakan kondisi fundamental perusahaan yang kurang baik, volatilitas pasar yang meningkat dan dipengaruhi adanya perubahan regulasi.
 
Keterpurukan tersebut, kata Toto, membuat pemerintah Malaysia sejak awal 2019 mulai melirik keberhasilan model pembangunan BUMN Indonesia.
 
"BUMN kita bertahan dengan model pengembangan sisi komersial dan nonprofit oriented dalam pembangunan dan pelayanan publik maupun sebagai pioneering pada sektor tertentu," jelas dia.
 
Namun demikian, lanjut Toto, BUMN Indonesia tetap harus beradaptasi dengan model bisnis yang menekankan pada penempatan profesional pada pimpinan pucuk, improvement pada otonomi manajemen, meningkatkan transparansi melalui listed di bursa dan membangun paradigma pengelolaan portofolio.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif