Korban Lion Teridentifikasi Pasti Dapat Santunan
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) memastikan korban pesawat Lion Air PK-LQP Jakarta-Pangkal Pinang dapat santunan. Santunan mengalir setelah korban teridentifikasi.

Humas Sekretariat Perusahaan Jasa Raharja Sugeng Prastowo mengatakan santunan cair apabila ada keputusan dari Basarnas. Juga ada keterangan resmi dari tim Disaster Victim Investigation (DVI).

"Setelah ada keputusan Basarnas dan surat resmi (tim DVI), baru Jasa Raharja berani memberikan santunan," kata Sugeng pada Medcom.id, Senin, 5 Nobember 2018.

Selama tujuh hari proses evakuasi, tim SAR telah mengidentifikasi 14 jenazah korban. Jatidiri belasan korban diumumkan bertahap pada publik.

Sementara itu saat ini terdapat 105 kantong jenazah yang telah masuk ke Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Jakarta.  Tim memeriksa sampel khas korban setelah meninggal (postmortem) dan dicocokkan dengan sampel fisik khas korban sebelum meninggal (antemortem) yang dibawa keluarga korban.

"Dari pemeriksaan 73 kantung jenazah kami berhasil kumpulkan sampel DNA totalnya 306 sampel, sementara 32 sisanya baru diambil untuk dimasukkan ke laboratorium. Sedangkan sampel keluarga sudah semua terkumpul," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Pol Putut Tjahjo Widodo.

Berikut daftar 14 penumpang Lion Air yang berhasil teridentifikasi:
- Jannatun Cintya Dewi, perempuan 24 tahun, teridentifikasi lewat sidik jari tangan kanan.
- Candra Kirana, pria 29 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
- Monni, perempuan 41 tahun, teridentifikasi dari tanda medis.
- Hizkia Jorry Saroinsong, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Endang Sri Bagusnita, perempuan 20 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Wahyu Susilo, pria 31 tahun, teridentifikasi dari tanda medis dan properti korban.
- Fauzan Azima, pria 25 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Rohmanir Pandi Sagala, pria 23 tahun, teridentifikasi dari sidik jari dan tanda medis.
- Dodi Junaidi, pria 40 tahun teridentifikasi dari sampel DNA.
- Muhammad Nasir, pria 29 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Janry Efriyanto Sianturi, pria 26 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA dan tanda medis.
- Karmin, pria 68 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Hawinoko, pria 54 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.
- Verian Utama, pria 31 tahun, teridentifikasi dari sampel DNA.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id