Bank Indonesia (BI) MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia (BI) MI/Usman Iskandar.

BI Prediksi Rupiah Perkasa Tahun Ini

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
Nia Deviyana • 02 Januari 2019 19:35
Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah cenderung menguat pada 2019 kendati ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.
 
"Pada 2019 kami masih melihat bahwa Rupiah akan bergerak lebih stabil dan cenderung menguat," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo d Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Perry menilai ada sejumlah faktor yang memicu penguatan mata uang Garuda ini. Pertama, kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) yang lebih rendah dari perkiraan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedua, tentunya tak lepas dari krediblitas atau konsesi kebijakan yang dilakukan BI maupun pemerintah," tambah dia.
 
Penguatan rupiah, lanjut Perry, juga mendapat kontribusi dari Current Account Defisit (CAD) yang lebih rendah yang mana BI memperkirakan berada di kisaran 2,5 persen. Selain itu, kontribusi juga datang dari pasar valas yang semakin berkembang.
 
"Tidak hanya dari transaksi spot, tetapi juga swap maupun domestic non delivery forward (DNDF)," paparnya.
 
Adapun pada 2018 nilai tukar rupiah beberapa kali mengalami depresiasi. Namun, Perry menilai kondisi tersebut masih terkendali dengan depresiasi kurang dari enam persen, yaitu 5,9 persen.
 
"Ini jauh dari depresiasi yang dialami India, Afrika Selatan, Turki, dan Argentina. Jadi secara keseluruhan depresiasi rupiah di tahun 2018 relatif terkendali, volatilitas terjaga di kisaran delapan persen," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif