Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Harus Seimbang

04 Desember 2018 09:25 WIB
pertumbuhan ekonomibappenasekonomi indonesia
Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Harus Seimbang
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Bappenas)
Denpasar: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai upaya mencapai pertumbuhan ekonomi dan menjaga lingkungan hidup harus dilakukan seimbang. Hal itu penting dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Pertumbuhan ekonomi tidak harus menjadi trade off dengan lingkungan. Namun saling sinergi dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 4 Desember 2018.

Ia menuturkan pembangunan yang berkelanjutan dapat dilakukan dengan menerapkan pembangunan rendah karbon dalam perencanaan pembangunan. Rencana pembangunan rendah karbon merupakan seperangkat kebijakan perencanaan pembangunan yang inklusif dan strategi investasi rendah karbon untuk RPJMN 2020-2024 dan Roadmap SDGs 2030.

Hal itu, tambahnya, yang mendorong Indonesia untuk mengurangi intensitas emisi dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). "Dengan demikian dapat dihasilkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi serta kapasitas daya dukung sumber daya alam dan daya tampung lingkungan hidup saat ini dan yang akan datang," kata Bambang.    

Hasil simulasi Bappenas terkait pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dengan memperhitungkan keterbatasan sumber daya alam, menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia cenderung stagnan dan akan mengalami penurunan dalam 10-20 tahun ke depan.

"Jika pertumbuhan PDB mengadopsi kebijakan pembangunan rendah karbon, tren pertumbuhan akan meningkat lebih tinggi dari biasanya," ujarnya.

Pembangunan rendah karbon dapat dilaksanakan dengan melibatkan intervensi kebijakan antara lain reforestasi, peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan produktivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam dan efisiensi energi dan energi terbarukan.    



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id